Akurat

1.741 Sekolah di Sumatra Teken PKS Revitalisasi Pascabencana

Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto | 1 Maret 2026, 23:30 WIB
1.741 Sekolah di Sumatra Teken PKS Revitalisasi Pascabencana
Sebanyak 1.741 sekolah di Sumatra telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran pascabencana.

AKURAT.CO Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 1.741 sekolah di Sumatra telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran pascabencana.

Data yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per 27 Februari 2026 menunjukkan total nilai revitalisasi mencapai Rp1,254 triliun. Dari jumlah tersebut, anggaran yang telah dicairkan sebesar Rp411,4 miliar.

Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, menegaskan percepatan pemulihan pembelajaran menjadi prioritas utama pemerintah agar hak belajar murid tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.

“Setiap anak berhak kembali belajar dalam kondisi aman dan nyaman. Karena itu, percepatan pencairan anggaran dan penyempurnaan mekanisme penyaluran bantuan menjadi langkah konkret agar ruang-ruang belajar yang terdampak bencana segera dipulihkan dan pembelajaran berjalan kembali,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Menurutnya, proses pencairan sempat tertunda pada pekan ini karena adanya adendum PKS yang menyesuaikan penambahan mebelair dalam menu revitalisasi.

“Direncanakan minggu depan PKS akan bertambah 248 sekolah lagi, dan proses pencairan terus berlangsung untuk sekolah yang sudah melaksanakan PKS,” katanya.

Baca Juga: Konflik Iran Memanas, DPR Desak Pemerintah Siaga Dampak Ekonomi dan Keselamatan WNI

Selain itu, Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) juga melakukan pembukaan blokir anggaran bantuan pemerintah (Banpem) sebesar Rp21,6 miliar.

Proses tersebut ditargetkan rampung pekan depan agar dana dapat segera disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran pada masa transisi darurat menuju pemulihan.

Sementara itu, bantuan bagi guru telah disalurkan sebesar Rp220 miliar kepada sekitar 36 ribu guru. Saat ini, masih dilakukan verifikasi terhadap 23 ribu guru lainnya.

Gogot menambahkan, masyarakat dapat memantau informasi terbaru terkait sekolah terdampak banjir dan longsor susulan melalui laman resmi Kemendikdasmen.

“Kami memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel agar pemulihan pendidikan dapat berlangsung optimal,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.