Lebih dari 2.400 Warga Desa Padasari Mengungsi Akibat Tanah Bergerak

AKURAT.CO Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat sebanyak 2.435 jiwa warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi akibat bencana tanah bergerak.
Hingga kini, pergerakan tanah masih terus berlangsung dan berpotensi memperluas dampak kerusakan.
“Kondisi cuaca masih hujan deras dan potensi pergerakan tanah masih tinggi,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).
Syafii menyebutkan, bencana tersebut mengakibatkan 464 rumah rusak, serta 36 fasilitas umum terdampak, meliputi sarana pendidikan, tempat ibadah, dan fasilitas pemerintahan.
Oleh karena itu, operasi tanggap darurat difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penguatan layanan kesehatan, serta distribusi logistik di lapangan.
Saat ini, kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian mencakup logistik sandang dan pangan, layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta penyediaan tenda darurat untuk menopang infrastruktur terdampak.
Syafii menegaskan, proses evakuasi lanjutan masih terus dilakukan seiring dengan masih aktifnya pergerakan tanah.
Tim SAR bersama personel TNI, Polri, dan relawan bahu-membahu melakukan berbagai upaya, termasuk pembangunan posko tanggap darurat, posko layanan kesehatan, serta pendataan rumah warga yang terdampak.
Baca Juga: Megawati Temui Menteri Energi UEA di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Kemanusiaan
Untuk penanganan jangka menengah, pemerintah daerah akan mengajukan permohonan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dengan mempertimbangkan lokasi yang aman.
Selain itu, perbaikan infrastruktur pada masa transisi darurat serta pembangunan Huntara dan Hunian Tetap (Huntap) direncanakan dengan alternatif pemanfaatan lahan Perhutani.
Opsi relokasi ke lokasi asal juga tetap dipertimbangkan apabila wilayah tersebut dinyatakan aman berdasarkan rekomendasi Badan Geologi.
“Penyiapan hunian sementara dan perbaikan infrastruktur saat ini menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi,” tegas Syafii.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak tercatat 295 kepala keluarga dan masih berpotensi bertambah.
Ia menjelaskan, bencana tanah bergerak ini tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan dan akses jalan, sehingga menghambat proses evakuasi serta distribusi bantuan. Pondok Pesantren Al-Adalah di desa tersebut juga terdampak cukup parah.
“Gedung pesantren ambruk, sehingga pengurus terpaksa mengungsikan para santri,” ujar Abdul Muhari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








