Aktivitas Ekonomi Warga Aceh Tamiang Mulai Pulih, Pasar Tradisional Kembali Beroperasi

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Meski proses pembersihan pascabencana masih berlangsung, sejumlah pasar tradisional sudah kembali beroperasi dan aktivitas jual beli mulai berjalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi tersebut terlihat dari visual yang diterima BNPB pada Jumat (2/1/2026).
"Pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat itu terus berjalan. Pagi ini, kita mendapatkan visual dari pasar di Aceh Tamiang, meskipun proses pembersihan masih berjalan, tetapi bersamaan dengan itu, di beberapa sisi yang sudah bersih seperti kita lihat produk ekonomi sudah mulai berputar, masyarakat sudah melakukan aktivitas jual beli," terangnya dalam konferensi pers secara daring.
Menurut Abdul Muhari, kembali bergeraknya aktivitas pasar tradisional menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi masyarakat. Perputaran ekonomi di tingkat lokal juga mendorong rantai pasok barang kebutuhan pokok kembali berjalan.
Baca Juga: Di Hadapan Presiden Prabowo, Bupati Aceh Tamiang Minta 42.727 Hunian Tetap
"Ini bisa mendorong sektor ekonomi mulai berputar, sehingga komponen-komponen supply chain dari barang-barang yang dijual di pasar tradisional ini juga sudah mulai masuk dan dibeli. Kita harapkan ini juga bisa kemudian menjadi akselerator dan katalis dari proses pemulihan secara umum yang lebih cepat," jelasnya.
Selain mendorong pemulihan ekonomi, BNPB bersama pemerintah pusat dan daerah juga terus mengintensifkan distribusi logistik ke wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
BNPB berharap kombinasi antara pemulihan aktivitas ekonomi dan kelancaran distribusi logistik dapat mempercepat proses rehabilitasi dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
"Hari ini di Aceh total 19,6 ton, Sumatera Utara 30,2 ton, dan Sumatera Barat hari ini masih kita himpun lagi karena berjalan dengan waktu distribusi logistik yang sudah kita salurkan, termasuk buffer stock kita juga sudah tersalurkan. Nah ini kita lagi menghimpun kembali dukungan masyarakat dan pemerintah agar kebutuhan-kebutuhan mereka bisa terus kita penuhi," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








