DLH Kena Semprot, Bau Busuk RDF Rorotan Bukan Sekadar Ganggu Hidung Warga Jakarta

AKURAT.CO Bau menyengat dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, rupanya bukan cuma membuat warga menutup hidung tapi juga membuat wakil rakyat di Kebon Sirih angkat suara.
Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Yuke Yurike, menilai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) gagal menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan yang terus berulang itu.
"Masalah ini bukan sekadar soal hidung warga tapi soal transparansi dan akuntabilitas publik. DLH harus buka data dari operasional hingga pengendaliannya. Jangan ditutup-tutupi," katanya di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Baca Juga: Masih Berbau Menyengat, Fraksi PSI DPRD Jakarta Kritisi Uji Coba RDF Rorotan Tak Kunjung Berhasil
Dengan nada sindiran, Yuke menilai proyek yang digadang-gadang menjadi solusi pengolahan sampah di Jakarta itu justru mulai beraroma masalah baru. Dia memastikan Komisi D tidak akan berhenti pada dengar pendapat semata.
"Kami butuh penjelasan akurat, bukan janji manis di atas kertas. Publik berhak tahu apa yang sebenarnya terjadi di Rorotan," ujarnya.
Politikus PDIP itu menekankan setiap tahapan uji coba RDF harus dilakukan secara hati-hati dan terbuka. Yuke mengingatkan bahwa DPRD tidak akan diam melihat kebijakan dijalankan tanpa pengawasan publik.
Baca Juga: Demi Jakarta Bersih, RDF Rorotan Tidak Boleh Berhenti
"Kalau bicara ke masyarakat, kami harus pakai data, bukan asumsi. Jangan sampai DPRD malah dijadikan tameng atas persoalan yang ditutup-tutupi," ujarnya.
Yuke menambahkan, pembahasan RDF Rorotan tidak akan berhenti di meja rapat. Komisi D akan turun langsung meninjau ke lapangan untuk memastikan janji perbaikan benar-benar dilakukan.
"Kami ingin proyek ini membawa manfaat, bukan sekadar menambah daftar panjang masalah lingkungan di Jakarta," tandasnya.
Baca Juga: Pramono Soal Bau Menyengat di RDF Rorotan: Masalahnya di Pengangkutan dan Sampahnya
Sebelumnya, Kepala DLH Provinsi Jakarta, Asep Kuswanto, mengakui proyek RDF Rorotan masih dalam tahap evaluasi dan penyempurnaan. Dia menegaskan uji coba tetap berjalan dengan pemantauan teknis yang ketat.
"Kami terus berkoordinasi agar RDF memenuhi standar operasional. Hasil evaluasi akan kami sampaikan setelah proses verifikasi tuntas," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








