Wisata Mangrove di Pati Lumpuh Diterjang Banjir Rob, Fasilitas Rusak Parah dan Jalan Terputus

AKURAT.CO Bencana banjir rob kembali menerjang wilayah pesisir utara Jawa Tengah. Kali ini, kawasan wisata Mina Mangrove di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, menjadi salah satu yang paling terdampak.
Air rob yang datang silih berganti, menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas wisata, bahkan akses jalan sepanjang 2 kilometer menuju lokasi pun turut rusak dan terendam air.
Akibatnya, aktivitas pariwisata di kawasan mangrove Pati benar-benar lumpuh total. Wisatawan yang biasanya berkunjung, kini tidak bisa mengakses lokasi karena banjir rob menutup seluruh jalur utama.
Baca Juga: Dua RT di Kelurahan Pluit Masih Terendam Banjir Rob
Pukul 11.00 WIB, ombak laut terlihat sampai menghempas daratan dan memasuki area wisata. Ketinggian air rob mencapai 30–40 sentimeter, merendam area parkir dan akses jalan utama.
Suara ombak yang menghantam pesisir terdengar jelas hingga ke area parkir. Beberapa fasilitas wisata seperti spot foto, papan informasi, hingga jalur jalan setapak di dalam hutan mangrove rusak berat, bahkan putus total.
Selain itu, sejumlah tanaman mangrove ikut tersapu air laut, menambah parah kerusakan ekologis di kawasan tersebut.
Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menjelaskan bahwa wisata Mina Mangrove ini pertama kali dibuka pada tahun 2018 dan sempat menjadi daya tarik utama wisata di Pati. Bahkan pada tahun 2021, wisata ini mencatatkan angka kunjungan tertinggi menurut data Dinas Pariwisata setempat.
Namun kini, situasinya jauh berbeda. Dalam tiga tahun terakhir, abrasi dan banjir rob terus menghantam wilayah ini.
"Rob besar pertama terjadi pada Mei 2022, dan sejak itu ombak terus datang dengan intensitas tinggi setiap tahunnya," ujar Setyo.
Kerusakan parah terlihat pada pohon mangrove seluas 3 hektare yang hilang akibat abrasi. Area tersebut membentang dari batas Desa Jepat Kidul hingga Desa Jepat Lor.
Menurutnya, kondisi ini bukan hanya memukul sektor pariwisata, tapi juga memperburuk kualitas lingkungan bagi masyarakat pesisir.
Baca Juga: Cuaca Hari Ini: Hujan Ringan hingga Petir Landa Berbagai Wilayah, Waspadai Rob dan Gelombang Tinggi
Selain kerusakan pada fasilitas, akses jalan sepanjang dua kilometer dari permukiman warga ke lokasi wisata kini rusak berat dan berlubang. Sekitar 500 meter jalan desa juga turut terdampak. Setelah air surut, jalan mengalami penurunan tanah yang memperparah kondisi.
Hingga kini, masih terdapat 36 rumah warga yang terendam rob selama dua pekan terakhir. Dia meminta perhatian serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, untuk menyelamatkan wilayah pesisir dari kerusakan lebih lanjut.
"Kami sangat berharap ada solusi nyata, seperti pembangunan pemecah ombak atau pelindung pantai. Kalau abrasi bisa dicegah, otomatis sektor wisata juga bisa pulih," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya, menyatakan bahwa banjir rob yang terjadi di Desa Tunggulsari merupakan persoalan kompleks. Menurutnya, rob kali ini diperparah oleh tingginya curah hujan dari wilayah pegunungan, yang menyebabkan air sungai meluap dan memperparah genangan di wilayah pesisir.
"Daerah berisiko rob terbentang dari Pantai Pecangaan di Kecamatan Batangan hingga Desa Puncel di Kecamatan Dukuhseti. Total panjang pesisir yang rawan rob mencapai 60 kilometer," jelas Martinus.
Dia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya dengan menanam kembali pohon mangrove yang berfungsi sebagai pelindung alami pesisir.
"Jangan sampai mangrove ditebang demi perluasan tambak. Jika itu terus terjadi, maka kerugiannya akan ditanggung petani ikan dan masyarakat pesisir," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 4Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 5Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 6Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 7Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 8Kalender Jawa 29 September 2026: Selasa Wage Cocok untuk Apa? Ini Watak dan Neptunya
- 9Komisaris Sucofindo: Gus Alex Titip Satu Juta Dolar untuk Pansus Haji, Sosok Komsin Disebut Brimob Jujur
- 10Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun





