Warga Melayu Batam Adukan Penyerobotan Lahan Adat ke Komisi III DPR

AKURAT.CO Masyarakat adat Melayu Batam, Kepulauan Riau, mengadu ke Komisi III DPR terkait penyerobotan lahan seluas 30 hektare yang dilakukan sepihak oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Pengaduan mereka sampaikan dalam rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (26/2/2025).
Masyarakat adat diwakili oleh Ketua Saudagar Rumpun Melayu, Datuk Megat Rury Afriansyah, dan perwakilan dari Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, Datuk Wira Maskur Tilawahyu, serta sejumlah tokoh adat melayu asal Rempang.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, dan dihadiri sejumlah anggota komisi.
Baca Juga: Viral Jembatan Barelang Dirukiah Yayasan Setempat Demi Cegah Aksi Bunuh Diri di Batam
Dalam kesempatan itu, Rury mengatakan, pihaknya menuntut keadilan lantaran sudah muak dengan perlakuan BP Batam yang merobohkan Hotel Purajaya secara sepihak. Tanpa ada surat resmi dari pengadilan.
Hotel Purajaya merupakan hotel pertama yang didirikan di Kota Batam dan memiliki sejarah penting dalam berdirinya Provinsi Kepulauan Riau.
Hotel tersebut juga dianggap sebagai simbol warga Melayu, lantaran desainnya yang sangat identik dan melekat dengan budaya Melayu di Kepulauan Riau.
"Kami berharap pimpinan Komisi III dapat memberikan sebuah kebijakan, akan memanggil eks Kepala BP Batam maupun perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam mafia lahan korporasi dari BP Batam tersebut," kata Rury.
Baca Juga: Marlin Agustina Diprediksi Dilirik Banyak Parpol di Pilkada Batam
Dia mengatakan, pengaduan ini dikarenakan minimnya itikad baik dari BP Batam untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Bahkan BP Batam tidak melakukan mediasi dengan masyarakat setempat dan pihak pemerintah daerah.
Rury juga menyebut bahwa warga adat Melayu seolah dijadikan sampah oleh BP Batam karena tidak didengar aspirasinya. Yang pada akhirnya berjuang sendiri untuk melindungi lahan adat.
"Jadi, kami di tanah kami sendiri, di tanah moyang kami sendiri seperti jadi sampah, jadi penonton. Padahal, kami juga ingin berpartisipasi dalam investasi. Khususnya lokasi kami itu adalah kawasan strategis nasional, sudah dijadikan kawasan strategis nasional oleh Presiden Jokowi. Kok tiba-tiba diserobot saja lahan kami," jelasnya.
Baca Juga: Unsur TNI AL KRI Bubara-868 Bantu Penanggulangan Kebakaran Alexindo 8 di Perairan Batam
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 10Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik








