Semangat di Lembah Tidar: Kebersamaan Kepala Daerah dalam Senam dan Dialog Santai

AKURAT.CO Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pagi hari kedua retreat kepala daerah di Lembah Tidar, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (22/2/2025).
Para peserta yang terdiri dari gubernur, bupati, dan wali kota dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti sesi senam pagi yang digelar di area terbuka dengan latar pemandangan alam Lembah Tidar yang sejuk dan asri.
"Pada pagi ini kita akan melakukan dua kegiatan, yang pertama Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88 dan senam Tamang Pung Cerita. Kami harapkan dapat dilaksanakan dengan gembira dan penuh semangat," ujar koordinator instruktur senam sebelum kegiatan dimulai.
Sejak sebelum pukul 06.00 WIB, para kepala daerah sudah berkumpul di lapangan dengan mengenakan pakaian olahraga.
Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol Malam Ini: Valencia vs Atletico, Las Palmas vs Barcelona
Dipandu oleh instruktur profesional, mereka mengikuti gerakan senam dengan penuh energi dan keceriaan.
Kegiatan ini bukan sekadar untuk menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antar peserta.
"Maumere, Maumere, Maumere!" seru para kepala daerah kompak, meminta lagu khas yang penuh semangat itu diputar untuk semakin menyemarakkan suasana.
Senam pagi yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini mencerminkan semangat peserta dalam menjalani seluruh rangkaian kegiatan retreat.
Dengan tubuh yang lebih segar dan energi yang meningkat, diharapkan para kepala daerah dapat menyerap ilmu dan pengalaman dari pembekalan yang diberikan dengan lebih optimal.
Keseruan semakin bertambah dengan hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto yang ikut bergabung dalam barisan peserta.
Kehadiran kedua pimpinan ini tidak hanya memberi dorongan semangat bagi para kepala daerah, tetapi juga menunjukkan kedekatan dan kekompakan antara pemerintah pusat dan daerah.
Baca Juga: Apa Itu Tarhib Ramadhan? Ini 10 Kegiatan Menarik untuk Menyambut Bulan Suci Ramadhan 2025
Menariknya, Mendagri Tito bahkan sudah tiba di lokasi sejak pukul 05.30 WIB, lebih awal dari jadwal senam pagi. Sikap disiplin dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan Mendagri semakin menginspirasi peserta retreat.
Selain berolahraga, momen ini juga dimanfaatkan untuk berdialog santai.
Di sela-sela gerakan senam, Mendagri dan Wamendagri berbincang dengan para kepala daerah, membahas berbagai hal secara informal.
Interaksi ini menambah keakraban sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Retreat kepala daerah ini masih akan berlangsung hingga 28 Februari 2025, dengan berbagai agenda pembekalan dan pelatihan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, para pemimpin daerah semakin siap menghadapi tantangan dan membawa daerahnya menuju kemajuan yang lebih baik.
Baca Juga: Kembali Hidupkan Olahraga Pingpong, IPL 2025 Bakal Hadirkan Kompetisi Usia Dini
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









