BNPT Dorong Peningkatan Ekonomi Mitra Deradikalisasi di Boyolali

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi untuk Mitra Deradikalisasi di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kegiatan ini sebagai wujud sinergi pemerintah dalam mendukung pembangunan ekonomi sekaligus mereduksi paham radikalisme di masyarakat.
Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono, menjelaskan, langkah konkret berupa bantuan 100 ribu benih Ikan Nila Merah diserahkan kepada kelompok Keramba Tirtamina, yang merupakan Mitra Deradikalisasi.
Bantuan ini juga dilengkapi dengan tali asih berupa pelatihan ekonomi mikro, kecil, dan menengah dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Baca Juga: Sikap PDIP Tidak Terpuji, Penolakan PPN 12 Persen Cuma Akting
“Kami memberikan benih ikan sebanyak 100.000 ekor kepada Keramba Tirtamina sebagai bentuk dukungan untuk pemberdayaan mitra deradikalisasi. Selain itu, kami bekerja sama dengan BRI untuk memberikan pelatihan yang bertujuan mengembangkan kewirausahaan, sehingga dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan perekonomian mereka,” ungkap Eddy, Senin (23/12/2024).
Langkah ini, menurut Eddy, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis kebangsaan, demokrasi, dan harmoni sosial.
“Program ini diharapkan menjadi stimulus untuk mendorong mitra deradikalisasi mengembangkan kewirausahaan. Kami juga ingin memperkuat rasa kebangsaan, ideologi Pancasila, dan menciptakan harmoni sosial di tengah masyarakat,” tambah Eddy.
Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Boyolali, Arif Budi Nuranto, turut mengapresiasi langkah BNPT dan mitra-mitranya.
Ia menilai, bantuan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan dan toleransi di masyarakat.
“Bantuan ini menjadi salah satu cara untuk membangun Boyolali yang berswasembada, toleran, dan harmonis. Kami berharap program ini dapat menginspirasi masyarakat untuk menjaga toleransi dan memanfaatkan sumber daya dengan baik,” ujar Arif.
Baca Juga: 39 Link Cek Hasil Seleksi PPPK Tahap 1 Lengkap dengan Cara Ceknya
Salah satu penerima manfaat, Yanto alias Abu Hamizan, mengungkapkan bahwa benih ikan tersebut akan dibudidayakan oleh kelompoknya untuk dikonsumsi dan dijual kembali ke pengepul.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Benih ikan yang kami terima akan dikembangbiakkan, sebagian untuk konsumsi, sebagian lagi akan dijual. Ini tentu membantu kami untuk lebih mandiri secara ekonomi,” kata Yanto.
Selain penyerahan bantuan, acara ini juga diisi dengan dialog kebangsaan bertema "Menjaga Toleransi Bermasyarakat Menuju Indonesia yang Berswasembada”.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pihak, termasuk perwakilan pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat, dengan tujuan menciptakan harmonisasi sosial di Boyolali.
Diharapkan, sinergi yang terjalin dalam program ini dapat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih toleran, mandiri, dan sejahtera.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








