Bukan Hanya Sekedar Alat Politik, Ridwan Kamil-Suswono Akan Libatkan Peran Anak Muda

AKURAT.CO Jakarta Awet Muda, bagian dari Relawan Kerja (RK) Ecosystem, menggelar diskusi bertajuk "Enabling Supportive Ecosystem for Youth: Kolaborasi Seisi Kota untuk Dukung Kreativitas Orang Muda," yang berlangsung di Clay Coffee Space, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, Sabtu (9/11/2024).
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh, antara lain Dewan Pembina RK Ecosystem, M. Arief Rosyid Hasan; anggota DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029, Ghozi Zul Azmi; Wakil Ketua Harian DPP PKB, Gilbran Muhammad Noor; content creator Clarissa Shafa; dan Co-Founder Jakarta Awet Muda, Luthfi Ridzki Fakhrian.
Diskusi ini diadakan sebagai bentuk dukungan kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), yang berkomitmen membangun Jakarta sebagai kota yang ramah dan mendukung kreativitas generasi muda.
Baca Juga: AS Roma Pecat Ivan Juric setelah 12 Laga, Dikabarkan Incar Roberto Mancini
Menurut Arief Rosyid Hasan, Jakarta Awet Muda mendukung pasangan RIDO karena visi mereka yang menyediakan ruang bagi kreativitas anak muda.
“Anak muda Jakarta butuh lingkungan yang mendukung eksplorasi, inovasi, dan kolaborasi. Melalui Ridwan Kamil-Suswono, kami yakin akan ada upaya konkret untuk membangun kota yang ramah bagi kreativitas generasi muda,” kata Arief.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Ghozi Zul Azmi, menekankan pentingnya fasilitas infrastruktur yang mendukung, dan menurutnya, Ridwan Kamil, dengan latar belakangnya sebagai insinyur, adalah sosok yang tepat untuk mewujudkannya.
"Pak Ridwan Kamil ini orang teknis, insinyur, dan sangat paham bagaimana melaksanakan program pemerintah. Di Jakarta Timur, misalnya, kurang lebih 30 waduk akan dibangun untuk mendukung infrastruktur kota,” jelasnya.
Baca Juga: Cegah Hoaks dan Politik SARA, Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi Kampanye Pilkada Serentak 2024
Wakil Ketua Harian DPP PKB, Gilbran Muhammad Noor, menyoroti pentingnya ruang partisipasi bagi anak muda. Menurutnya, pasangan RIDO tidak sekadar melibatkan anak muda dalam politik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan.
“Saya sangat senang mendengar komitmen Pak Ridwan Kamil untuk memberi ruang besar bagi anak muda agar bisa ikut berkontribusi, bukan sekadar jadi alat politik,” ujarnya.
Clarissa Shafa, seorang content creator yang populer di kalangan milenial dan Gen Z, menyampaikan harapannya agar pemerintah mendatang mendukung inovasi dan kolaborasi dari masyarakat.
“Untuk Jakarta yang maju, bukan hanya masyarakat yang dituntut, tapi juga harus ada dukungan dari pemerintah dan sektor swasta,” kata Clarissa.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Chelsea Posisi 3, Liverpool Jauhi City dengan Selisih 5 Angka
Sementara itu, Co-Founder Jakarta Awet Muda, Luthfi Ridzki Fakhrian, berharap diskusi ini mampu memperkuat dukungan masyarakat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota yang mendukung kreativitas anak muda.
“Jakarta Awet Muda hadir untuk mendorong kolaborasi dan mendukung RIDO yang memiliki visi yang jelas untuk Jakarta. Ini bukan hanya soal Jakarta hari ini, tapi masa depan kota ini,” tutup Luthfi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 10Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu








