Lapak PKL di Puncak Dibongkar, Satpol PP Minta Pedagang Pindah ke Rest Area

AKURAT.CO Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengatakan, pembongkaran lapak pedagang di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, guna penertiban. Tujuannya, agar para pedagang bisa memanfaatkan kios di rest area yang telah dibangun.
"Menata (lapak). Karena apa, kios delapan tahun sudah ada di rest area (Gunung Mas), Puncak, tidak terisi, Jadi kalau ngomong pembongkaran itu salah besar, jadi kita menata," kata Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Cecep Iman Nagarasid saat dihubungi Akurat.co, Selasa (25/6/2024).
Dia menjelaskan, para pedagang di kawasan Gunung Mas sebelumnya sempat meminta dibangunkannya kios-kios di rest area. Maka itu, dirinya merasa heran dengan penolakan penataan yang dilakukan para pedagang.
"Alasan apa lagi gitu loh (tidak pindah ke rest area). Sementara bangunan ketika dibiarkan ini akan terus lapuk. Kalau bangunan tidak diisi kan hancur. Ya itu, dasarnya. Makanya kita melakukan penataan,” tegasnya.
"Ketika kami sudah masuk ke kios, sepi ya iya. di jalannya masih buka, kalau di jalannya selesai, mungkin masuk ke sini (kios)," tukas Cecep.
Sebelumnya, penertiban pedagang di kawasan Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah berlangsung kemarin, Senin (24/6/2024).
Pj Bupati Kabupaten Bogor, Asmawa Tosepu mengungkapkan, penertiban ini dilakukan untuk memanfaatkan rest area di Gunung Mas yang telah selesai dibangun.
"Ini sebenarnya bukan penggusuran tetapi penertiban, penataan kawasan Puncak Bogor. Terutama sepanjang jalur ini, karena pemerintah pusat telah menyiapkan rest area dengan anggaran yang cukup fantastis, tapi tidak dimanfaatkan selama ini," katanya kepada wartawan di Puncak, Senin (24/6/2024).
"Pedagang yang tidak memiliki izin di sepanjang jalur Puncak ini memang harus dipindahkan, ditata di rest area," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







