Kepala TPPS Puncak Papua: Puskesmas Harus Jadi Garda Depan Cegah Stunting

AKURAT.CO, Mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Puncak, Pelinus Balinal selaku Wakil Bupati dan Kepala Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Puncak memanfaatkan fasilitas dan peran puskesmas.
Dia mengajak kepada setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Puncak untuk turut menjadi bagian dari upaya penurunan angka stunting.
Pelinus mengatakan bahwa puskesmas merupakan fasilitas yang harus menjadi garda terdepan dari upaya ini. Sebab puskesmas merupakan unit fasilitas kesehatan paling kecil yang mampu menyentuh masyarakat di setiap daerah.
“Selaku Kepala TPPS di Kabupaten Puncak, saya mengajak seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Puncak untuk menjadi garda terdepan dari upaya percepatan penurunan stunting. Berdasarkan data BPS tahun 2021 dan 2022, jumlah puskesmas di Kabupaten Puncak saat ini ada 11, ditambah dengan puskesmas pembantu yang jumlahnya 22. Hal ini harus dimanfaatkan agar program dari TPPS dapat menyeluruh dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ucap Pelinus dalam rilisnya, Rabu (10/8/2022).
Puskesmas memiliki pengetahuan berupa data dari setiap daerah kerjanya yang sangat berguna untuk melihat kasus stunting dari masing-masing daerah.
Pelinus melihat ini sebagai sebuah hal yang harus dimanfaatkan. Data dari setiap puskesmas, nantinya akan menjadi acuan untuk kegiatan berupa pembinaan, pencegaah, hingga pengobatan untuk setiap kasus stunting.
Kegiatan ini juga akan dilaksanakan oleh puskesmas itu sendiri, bekerjasama dengan tim-tim yang akan dibentuk di setiap distrik (kecamatan) dan desa.
“Dengan memanfaatkan peran dan fasilitas puskesmas, saya optimis angka stunting di Kabupaten Puncak akan menurun. Upaya ini harus tetap dilakukan hingga kita tidak mendengar lagi ada kasus stunting di Kabupaten Puncak. Itu target saya!” tegas Pelinus.
Pembentukan TPPS ini merupakan upaya pengaplikasian dari instruksi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Presiden Joko Widodo dengan ini menargetkan angka stunting pada tahun 2024 turun menjadi 14 persen dari yang semula 24,4 persen. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T




