Akurat Logo

Gara-gara Teror Suporter, Erick Thohir Ancam Kembali Larang Suporter Tandang

Dian Eko Prasetio | 13 Oktober 2026, 17:24 WIB
Gara-gara Teror Suporter, Erick Thohir Ancam Kembali Larang Suporter Tandang
Menpora Erick Thohir tiba untuk memberikan keterangan terkait program kepemudaan menjelang Hari Sumpah Pemuda di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Fauzan.

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan tenggat waktu selama satu minggu kepada pihak operator liga dan klub untuk menyepakati langkah konkret pencegahan kekerasan suporter.

Jika tidak ada kesepakatan, PSSI siap mengambil alih dan melakukan intervensi tegas, termasuk opsi melarang total suporter tandang (awayday).

Ancaman itu disampaikan menyusul dua aksi penyerangan berturut-turut yang menimpa rombongan tim Persib Bandung U-18 di Batang, Jawa Tengah.

Juga kelompok suporter Persija Jakarta (The Jakmania Cikampek) di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, dalam rentang waktu kurang dari 24 jam.

Baca Juga: Marak Kekerasan Suporter Sepakbola, Erick Thohir Ancam Sanksi Pengurangan Poin bagi Klub

"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi, ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away," tegas Erick Thohir di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Evaluasi Aturan Suporter Tandang dan Sanksi Poin

Erick menekankan bahwa klub dan operator liga memegang tanggung jawab penuh atas keselamatan pendukungnya, terutama dalam laga yang melibatkan rombongan tim tamu. Kehadiran suporter tandang harus diimbangi dengan komitmen keamanan dari kedua belah pihak.

"Tentu konteks itu satu hal. Konteks yang lain ketika terjadi penyerangan, oknum suporter menyerang sebuah bus, ya yang saya lihat itu sudah menjurus kriminalitas," ujarnya.

Tak main-main, Erick juga mendorong penerapan sanksi pengurangan poin bagi klub yang terbukti tidak mampu membina dan mengendalikan pendukungnya.

"Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindakan tegas pastinya," lanjut Erick.

Kepolisian Bergerak Cepat, Pemain Muda Wajib Diproteksi

Erick mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian yang langsung bertindak cepat mengusut kasus ini. Usai berkomunikasi langsung dengan Kapolri dan Kabareskrim, ia mengonfirmasi sejumlah pelaku penyerangan telah berhasil ditangkap.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.