Akurat Logo

Marak Kekerasan Suporter Sepakbola, Erick Thohir Ancam Sanksi Pengurangan Poin bagi Klub

Dian Eko Prasetio | 13 Oktober 2026, 16:52 WIB
Marak Kekerasan Suporter Sepakbola, Erick Thohir Ancam Sanksi Pengurangan Poin bagi Klub
Menpora Erick Thohir saat memberikan keterangan terkait program kepemudaan menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (13/10/2026). ANTARA/Fauzan.

AKURAT.CO, Aksi kekerasan yang kembali mewarnai panggung sepakbola nasional memicu reaksi keras dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Pemerintah dan federasi bersiap mengambil tindakan tegas terhadap klub-klub yang terbukti tidak mampu mengendalikan pendukungnya.

Erick Thohir memberi tenggat waktu selama satu minggu kepada pihak operator liga dan klub untuk menyepakati langkah-langkah pencegahan konkret demi menghentikan gelombang kekerasan yang merusak citra olahraga ini.

Langkah tegas tersebut diambil menyusul dua insiden penyerangan berturut-turut yang menimpa rombongan Persib Bandung U-18 serta kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania Cikampek, dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Baca Juga: Bus Diserang Hingga Koper Dijarah, Ini Kronologi Insiden yang Menimpa Rombongan Persib U-18

"Ya, saya akan kasih kesempatan liga, klub untuk bersepakat satu minggu ini. Kalau tidak ada kesepakatan, ya kami PSSI akan intervensi," kata Erick di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Opsi Sanksi Pengurangan Poin untuk Pelanggaran Suporter

Erick menegaskan bahwa klub serta operator liga memegang tanggung jawab penuh atas keselamatan para suporter, khususnya dalam laga yang melibatkan pendukung tim tamu.

Pengurangan poin dianggap menjadi opsi sanksi paling efektif untuk membakar semangat tanggung jawab jajaran manajemen klub.

"Dan saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya, pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuman kita akan lakukan tindak tegas pastinya," tambahnya.

Erick menilai serangkaian tindakan penyerangan bus, perusakan, pembakaran, hingga penjarahan barang bukan lagi sekadar kenakalan suporter, melainkan sudah masuk ranah tindakan kriminalitas.

Ia pun mengapresiasi kesigapan aparat kepolisian yang bergerak cepat mengamankan sejumlah pelaku terkait insiden tersebut.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.