Akurat Logo

PSSI Koordinasi dengan Polisi Usut Serangan ke Bus Persib U-18, I.League Diminta Bertindak

Zainal Hasan | 12 Oktober 2026, 17:58 WIB
PSSI Koordinasi dengan Polisi Usut Serangan ke Bus Persib U-18, I.League Diminta Bertindak
Sekjen PSSI Yunus Nusi (kanan), saat menyampaikan keterangan jelang pertandingan Chelsea FC melawan AC Milan di Ruang Konferensi Pers Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Selasa (28/7/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, PSSI mengecam keras dugaan penyerangan terhadap rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026).

PSSI menganggap insiden yang terjadi setelah tim mengikuti pertandingan Elite Pro Academy (EPA) di Surakarta, Jawa Tengah, itu dinilai telah melampaui batas rivalitas dalam sepakbola.

Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang menimpa rombongan tim muda Persib tersebut. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap tindakan kekerasan yang mengancam keselamatan insan sepakbola.

Berdasarkan laporan yang diterima, insiden itu terjadi ketika rombongan Persib U-18 dalam perjalanan pulang setelah menjalani pertandingan di Lapangan Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Mereka dilaporkan mengalami penyerangan saat berada di Rest Area KM 360 Batang.

Baca Juga: Bus Diserang Hingga Koper Dijarah, Ini Kronologi Insiden yang Menimpa Rombongan Persib U-18

Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang personel media Persib mengalami kekerasan fisik. Selain itu, bus yang digunakan rombongan mengalami kerusakan, sedangkan sejumlah koper milik ofisial dan pemain diduga dijarah.

Yunus menilai kejadian ini sangat memprihatinkan karena melibatkan pemain-pemain muda yang seharusnya dapat menjalani aktivitas sepakbola dengan aman. Menurutnya, para pemain tidak sepatutnya menjadi sasaran kekerasan akibat rivalitas antarsuporter.

“PSSI menegaskan bahwa keselamatan seluruh insan sepakbola, termasuk suporter tim nasional maupun klub, harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk menonton sepakbola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat," kata Yunus Nusi di Jakarta, Senin (12/10/2026).

"PSSI sangat prihatin dan ini sesuatu hal yang sulit masuk di nalar akal sehat karena kejadian ini pertama menimpa anak-anak pemain muda, yaitu Elite Pro Akademi Persib Bandung."

Ia menegaskan para pemain muda Persib datang ke lapangan untuk menjalankan tugas mereka sebagai pesepakbola, bukan untuk terlibat dalam perselisihan dengan suporter klub lain. Karena itu, tindakan kekerasan terhadap rombongan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

"Anak-anak ini tidak tahu apa-apa tentang rivalitas. Mereka murni bermain bola dengan semangat untuk kepentingan pribadi, kepentingan klub, dan kepentingan sepakbola nasional yang seharusnya dihargai oleh siapa pun, walaupun itu suporter lawan," lanjutnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.