Victor Montagliani Pilih Calonkan Lagi di Concacaf, Pesaing Gianni Infantino Habis?

AKURAT.CO, Presiden Konfederasi Sepakbola Amerika Utara-Tengah & Karibia (Concacaf), Victor Montagliani, memutuskan untuk mengajukan diri kembali memimpin organisasinya. Montagliani ingin memimpin Concacaf untuk periode jatah terakhirnya pada 2027-2031.
The Guardian menyebut bahwa Victor Montagliani sudah memberitahu stafnya soal rencananya untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden Concacaf yang kemungkinan digelar sebelum Kongres FIFA pada 18 Maret 2027.
Kabar majunya Victor Montagliani untuk pemilihan Presiden Presiden Concacaf periode mendatang juga menjadi isyarat bagi terbukanya jalan Gianni Infantino untuk bertahan di jabatan Presiden FIFA.
Pasalnya, Montagliani selama ini disebut sebagai kandidat terkuat untuk menyaingi Gianni Infantino pada Kongres FIFA yang digelar di Rabat, Maroko, tahun depan. Sejalan dengan desakan agar Infantino lengser dari jabatannya pasca polemik penjualan saham Piala Dunia melalui proposal FIFA Forward Enterprise (FFE).
Baca Juga: Presiden Concacaf Tantang Gianni Infantino di Pemilihan Presiden FIFA, FFE Disinyalir Gagal
Posisi Gianni Infantino juga semakin kuat sebab salah satu penentangnya yang kini menduduki jabatan Presiden Konfederasi Sepakbola Eropa (UEFA), Aleksandr Ceferin, juga berencana kembali mengajukan diri untuk memimpin organisasinya pada periode 2027-2031.
Adapun UEFA bakal menggelar pemilihan presiden dalam kongres di Astana, Kazakhstan, 22 April 2027. Aleksander Ceferin sendiri sudah memimpin UEFA selama sepuluh tahun sejak terpilih pada 2016.
Ramon Vega Penantang Terakhir Gianni Infantino
Dengan kemungkinan Montagliani dan Ceferin bertahan di benua masing-masing, kini penantang Infantino yang secara terbuka masih tersisa adalah eks pemain Tim Nasional Swiss, Ramon Vega.
Mantan pemain Cagliari, Tottenham Hotspur, dan Glasgow Celtic tersebut sudah menyatakan diri untuk maju dalam pemilihan Presiden FIFA tahun depan. Ia menjanjikan penyatuan kembali organisasi induk sepakbola dunia tersebut pasca polemik FFE yang diinisiasi oleh Infantino.
“Saya berdiri untuk mempertemukan kembali keluarga sepakbola global, menunjukkan reformasi jujur dan bertahan lama, memodernisasi FIFA untuk abad ke-21, memperbaiki stabilitas dan kredibilitas, dan membangun kembali kepercayaan yang sangat dibutuhkan oleh cabang olahraga kita,” kata Ramon Vega.
Ramon Vega adalah mantan pemain dengan posisi bek tengah berusia 55 tahun yang menjalani karier sepakbola pada periode 1990-2003. Setelah pensiun, pemain yang mengoleksi delapan gelar level klub itu berkiprah di bidang keuangan.
Vega sejatinya sudah pernah menyatakan niat untuk mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2015 atau tepat sebelum Gianni Infantino terpilih menggantikan Sepp Blatter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 7Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








