Piala Dunia 64 Tim, Erick Thohir: Saya Tidak Melihat Sisi Negatifnya, Persaingan Lebih Terbuka

AKURAT.CO, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyambut positif wacana penambahan kontestan Piala Dunia 2030 menjadi 64 negara. Erick menilai format baru tersebut justru bakal membuat peta persaingan sepakbola dunia semakin kompetitif dan terbuka.
Sikap optimistis ini disampaikan Erick Thohir tersebut menanggapi sinyal Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang mempertimbangkan ekspansi peserta usai kesuksesan format 48 tim di Piala Dunia 2026.
Meskipun sejumlah konfederasi internasional menyuarakan penolakan, Erick Thohir memiliki sudut pandang berbeda mengenai potensi wacana mega-turnamen tersebut.
"Saya tidak melihat sisi negatifnya. Beberapa konfederasi memang menolak, tetapi saya justru senang karena persaingan menjadi jauh lebih terbuka," kata Erick di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Buka Celah Lolos? ErickThohir: Fokus Utama Tetap Investasi Pembinaan
Menanggapi narasi yang menyebut bertambahnya kuota peserta akan memuluskan langkah Timnas Indonesia menembus panggung Piala Dunia, Erick enggan jemawa.
Menurutnya, hal krusial yang wajib dijaga adalah keberlanjutan investasi pada pembinaan usia muda serta penguatan infrastruktur sepakbola nasional.
"Saya tidak mengatakan begitu (mudah lolos). Yang saya maksud adalah investasi yang sudah kita lakukan harus terus didorong agar peringkat dan kualitas Indonesia semakin meningkat," tegasnya.
Erick menambahkan, langkah FIFA mendorong setiap asosiasi anggota untuk berinvestasi pada tim nasional sejalan dengan program strategis FIFA Forward yang kini tengah diakselerasi PSSI.
"Melalui program FIFA Forward, FIFA memang mendorong setiap federasi untuk terus berinvestasi kepada tim nasional dan sistem pembinaannya," lanjut mantan Presiden Inter Milan tersebut.
Sebelumnya, Gianni Infantino memberi sinyal bakal mengkaji opsi 64 tim untuk edisi 2030 mendatang. Evaluasi awal menunjukkan bahwa penambahan kuota di Piala Dunia 2026 terbukti memberi dampak signifikan terhadap pemerataan kekuatan sepakbola global.
Melalui perluasan tersebut, negara-negara di luar tembok tradisi sepakbola dunia kini memiliki kesempatan nyata untuk mengukur kemampuan di panggung tertinggi sepakbola dunia tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







