Tolak Jabat Tangan Wakil Israel di Kongres FIFA, Presiden Federasi Palestina: “Martabat Nasional Bukan Protokol”

AKURAT.CO Ketegangan politik kembali mencuat di panggung sepak bola internasional setelah Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, menolak berjabat tangan dengan perwakilan Israel dalam forum resmi FIFA.
Insiden itu terjadi saat Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengundang Rajoub untuk menyapa Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel, Bassem Sheikh Suleiman, dalam FIFA Congress ke-76 di Vancouver, Kanada, Kamis (1/5/2026).
Rajoub secara tegas menolak ajakan tersebut. Dalam video yang ia unggah di Facebook, ia menyatakan sikapnya sebagai bentuk prinsip.
“Dari platform FIFA, kami mengambil posisi yang jelas dan berprinsip dengan menolak berjabat tangan dengan perwakilan asosiasi Israel,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan sekadar gestur simbolis.
“Ini adalah penegasan bahwa martabat nasional tidak tunduk pada pertimbangan protokol, serta sebagai penghormatan terhadap darah rakyat kami, termasuk para atlet,” kata Rajoub.
Ajukan Banding ke CAS
Dalam pidatonya di kongres, Rajoub juga mengumumkan langkah hukum yang akan ditempuh oleh Palestinian Football Association. Ia menyebut pihaknya telah mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport terkait keputusan FIFA yang dinilai tidak tegas terhadap pelanggaran klub-klub Israel di wilayah permukiman ilegal.
Baca Juga: Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, Pesepak bola Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel
Banding tersebut diajukan pada 22 April 2026 dengan tujuan “meluruskan arah” dan memastikan aturan FIFA diterapkan secara adil tanpa pengecualian.
“Langkah ini bukan untuk konfrontasi, melainkan komitmen pada prosedur hukum. Kami hanya meminta aturan diterapkan secara setara tanpa bias politik,” tegas Rajoub.
Tuduhan Pelanggaran Sistematis
Rajoub menuding klub-klub Israel masih berlaga di wilayah yang menurutnya merupakan yurisdiksi Palestina tanpa persetujuan. Ia menyebut praktik tersebut melanggar regulasi FIFA, khususnya terkait integritas wilayah asosiasi anggota.
Menurutnya, Komite Disiplin FIFA sebenarnya telah menemukan adanya “pelanggaran serius” yang bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan non-diskriminasi.
Ia juga menyoroti keputusan Dewan FIFA pada 19 Maret yang tidak mengambil tindakan tegas, meskipun menjatuhkan denda kepada asosiasi Israel.
“Ini kontradiksi antara pengakuan pelanggaran dan tidak adanya langkah pencegahan,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa








