Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Banyak Berkorban Jadi WNI, Kehilangan Banyak Kenyamanan

AKURAT.CO, Ketua BTN PSSI, Sumardji, menegaskan bahwa publik perlu memahami konsekuensi yang dihadapi para pemain naturalisasi setelah memilih membela Indonesia.
Di balik keputusan besar menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), terdapat pengorbanan yang tidak kecil, khususnya terkait aspek kehidupan dan karier mereka di luar negeri.
Menurut Sumardji, keputusan tersebut bukan sekadar soal sepakbola, melainkan juga menyangkut perubahan status hidup secara menyeluruh.
Sumardji menyebut sebagian besar pemain keturunan lahir dan besar di luar negeri. Mereka telah memiliki kehidupan yang mapan, termasuk akses kemudahan tinggal dan bekerja sebagai warga negara di negara asal mereka.
Namun, kondisi tersebut berubah ketika mereka resmi menjadi WNI. Para pemain harus mengikuti aturan baru sebagai warga negara asing di negara tempat mereka berkarier, termasuk kewajiban mengurus izin tinggal dan visa kerja.
"Perlu saya sampaikan bahwa anak-anak kita bukan hanya terbukti mau dan mampu dari kerja keras dia. Tetapi, dengan menjadi WNI banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan," ujar Sumardji melalui keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Ia mencontohkan situasi yang dihadapi pemain yang berkarier di Belanda. Setelah tidak lagi berstatus warga negara setempat, mereka harus mengikuti prosedur administratif yang lebih kompleks untuk tetap bisa bermain di kompetisi tersebut.
Menurut Sumardji, hal ini menjadi bukti nyata komitmen dan kecintaan para pemain terhadap Indonesia. Pengorbanan tersebut tidak selalu terlihat, namun memiliki dampak besar dalam kehidupan mereka sehari-hari.
"Misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing. Contohnya seperti di Belanda," tambahnya.
Lebih lanjut, Sumardji menilai bahwa langkah para pemain diaspora ini patut diapresiasi. Mereka tidak hanya memberikan kontribusi di lapangan, tetapi juga menunjukkan dedikasi tinggi terhadap Merah Putih.
Ia juga mengingatkan bahwa perjuangan para pemain tidak berhenti pada proses naturalisasi saja. Adaptasi terhadap aturan baru di negara tempat mereka berkarier menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
Dalam pandangan BTN, hal ini seharusnya menjadi perspektif baru bagi publik dalam melihat kehadiran pemain diaspora. Tidak hanya soal kualitas, tetapi juga komitmen dan pengorbanan yang menyertainya.
Sumardji berharap masyarakat Indonesia dapat memberikan dukungan penuh kepada para pemain tersebut.
Dukungan itu dinilai penting agar mereka tetap fokus memberikan performa terbaik bagi Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







