Insiden Rasisme ke-20 Vinicius Junior dan Komentar Jose Mourinho yang 'Rendah'

AKURAT.CO, Sangat disayangkan kemenangan Real Madrid atas Benfica yang seharusnya ditandai dengan gol brilian Vinicius Junior sebagai headline bergeser menjadi perdebatan soal rasisme.
Dugaan bahwa pemain Benfica, Gianluca Prestianni, mengejek Vinicius Junior dengan ucapan “monyet” di tengah laga leg pertama play-off Liga Champions 2025-2026 itu bergulir menjadi wacana yang kian luas.
Terutama karena respons Pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang mengaku berusaha berimbang dengan menyoroti aksi selebrasi Vinicius memprovokasi suporter timnya pada laga di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Selasa (17/2), itu.
Baca Juga: Hasil Lengkap Play-off Liga Champions: Inter Tumbang di Kandang Bodo/Glimt, Madrid Kalahkan Benfica
“Satu hal yang ingin saya katakan adalah ini terjadi di banyak stadion, selalu ada, berarti ada yang salah,” kata Jose Mourinho dalam sesi konferensi pers usai laga Benfica vs Real Madrid.
“Saya bicara dengan Vinicius di lapangan, saya bilang kamu mencetak gol kelas dunia. Mengapa kamu merayakan dengan cara seperti itu? Kenapa kamu tidak merayakannya seperti (Alfredo) Di Stefano, Pele, Eusebio?”
Kolumnis BBC yang hadir langsung di Stadion Da Luz di laga Benfica vs Real Madrid, Guillem Ballague, menyebut komentar Mourinho sebagai respons yang “rendah” edisi terbaru.
Balague menggambarkan pernyataan Mourinho sebagai sikap menyalahkan mimik tubuh Vinicius dan menjustifikasi tindakan rasial terhadap winger asal Brasil tersebut.
“Ketika Vinicius menantang suporter di tribun perilakunya dianggap arogan dan tidak pantas,” tulis Guillem Balague.
Baca Juga: Empat Orang Dihukum Penjara karena Kasus Boneka Bernada Kebencian terhadap Vinicius Junior
“Tetapi reaksinya itu menunjukkan bahwa ia berhulu dari sumber yang sama dengan protesnya menentang rasisme: perjuangan terus-menerus melawan lingkungan yang memusuhi.”
Pertandingan Benfica vs Real Madrid tersebut sempat ditangguhkan selama sepuluh menit setelah Vinicius mengadu ke wasit tentang ucapan rasis yang dituduhkannya kepada Gianluca Prestianni.
Balague juga mencatat bahwa Vinicius telah mengalami 20 kali tindakan rasial di lapangan sejak bergabung dengan Madrid pada 2018. Sebagian besar terjadi di Spanyol.
Sebagian tindakan tersebut tak ditindak oleh aparat karena kesulitan mengidentifikasi pelaku atau dianggap tak cukup “kriminal”.
Pada Juni 2024, otoritas Spanyol menghukum penjara delapan bulan tiga penggemar sepakbola karena serangan rasial terhadap Vinicius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








