Vincent Kompany Sebut Komentar Jose Mourinho Soal Selebrasi Vinicius Junior 'Kesalahan Besar'

AKURAT.CO, Kritik atas komentar Pelatih Benfica, Jose Mourinho, mengenai selebrasi pemain Real Madrid, Vinicius Junior, terus bergulir. Kali ini datang dari Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany.
Menurut Vincent Kompany, Jose Mourinho melakukan kesalahan besar dengan komentarnya pasca laga Benfica vs Real Madrid tersebut jika dilihat dari aspek kepemimpinan.
“Setelah pertandingan ada pemimpin sebuah organisasi, Jose Mourinho, yang pada dasarnya menyerang karakter Vinicius Junior dengan mengutarakan tipe selebrasi untuk mendiskreditkan apa yang dilakukan Vinicius pada momen itu,” kata Vincent Kompany sebagaimana dipetik dari BBC.
Baca Juga: Insiden Rasisme ke-20 Vinicius Junior dan Komentar Jose Mourinho yang 'Rendah'
“Bagi saya, dalam hal kepemimpinan, itu adalah kesalahan besar dan itu adalah sesuatu yang kita tidak boleh terima.”
Pasca laga Benfica vs Real Madrid untuk leg pertama play-off Liga Champions 2025-2026 di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Selasa (17/2), Mourinho mengkritik selebrasi gol Vinicius Junior di menit ke-50.
Pernyataan ini ditafsirkan oleh sejumlah pihak sebagai justifikasi Mourinho atas serangan rasial yang diarahkan terhadap penyerang asal Brasil tersebut.
Vincent Kompany bahkan melakukan perbandingan dengan menunjukkan perilaku Mourinho dalam beberapa selebrasi yang dinilainya juga memprovokasi.
Juga ketika ia mengkonfrontasi wasit usai final laga final Liga Europa melawan Sevilla di Budapes, Hungaria, 31 Mei 2023, semasa melatih AS Roma.
Baca Juga: Hasil Lengkap Play-off Liga Champions: Inter Tumbang di Kandang Bodo/Glimt, Madrid Kalahkan Benfica
“Saya teringat ketika Jose Mourinho meluncur dengan lututnya di Old Trafford, ketika melakukan selebrasinya di depan pendukung (Barcelona) di semifinal Liga Champions dengan Inter Milan,” kata Kompany.
“Ketika tim Romanya dia melawan Sevilla dan dia berseteru dengan wasit dan wasit harus meninggalkan negara (Hungaria) tersebut dengan perlindungan.”
Hal lain yang disorot Kompany adalah ketika Mourinho menegaskan bahwa Benfica bukan tim yang rasis dengan menyebut bintang terbesar klub tersebut, Eusebio, adalah pesepakbola berkulit hitam.
“Apakah dia ada di sana untuk melakukan perjalanan dengan Eusebio di setiap petandingan tandang?” kata Kompany.
“Mungkin ketika itu satu-satunya pilihan (bagi Eusebio) adalah diam, tidak berkata apa-apa, mengatasinya dan menjadi sepuluh kali lebih baik untuk mendapatkan sedikit kredit agar orang bilang, ‘sebenarnya dia bagus’,”
Mourinho sendiri bicara kepada media milik Benfica saja pasca insiden Vinicius. Menurutnya, tidak mudah mengendalikan emosi setelah Vinicius mencetak gol.
“Saya harus mengakui, bahwa sejak menit ke-51 sampai sekarang–dan ini tidak akan menghentikan percakapan ini–tidak mudah mengendalikan emosi tentang apa yang terjadi dan akan terus terjadi,” kata Mourinho.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







