Piala Asia Futsal: Hector Souto Tegaskan Tekanan Ada di Iran, Indonesia Tanpa Beban di Final

AKURAT.CO, Timnas Futsal Indonesia menatap laga bersejarah di final Piala Asia Futsal 2026 dengan penuh kepercayaan diri. Skuad Garuda akan menantang raksasa Asia, Iran, di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Sabtu (7/2).
Pelatih Kepala Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menilai status underdog justru menjadi keuntungan bagi timnya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak terbebani tampil di final perdana, dan menyebut tekanan justru berada di kubu Iran.
Baca Juga: Piala Asia Futsal: Singkirkan Jepang dalam Drama 8 Gol, Indonesia Tantang Iran di Final!
"Tekanan itu ada di hal lain, bukan di futsal. Futsal adalah kesenangan, bukan tekanan," ujar Hector Souto dalam sesi konferensi pers jelang laga, di Indonesia Arena, Jumat (6/2).
"Bagaimana bisa kami bisa merasa tertekan padahal ini adalah final pertama kami? Iran yang seharusnya tertekan karena tradisi juara mereka."
Hector Souto juga memaparkan dominasi Iran di level Asia. Dari lebih 100 pertandingan AFC, Iran hanya menelan sedikit kekalahan dan telah mengoleksi 13 gelar juara dari 17 edisi.
"Jika mereka kalah, itu kegagalan besar. Kami bisa gagal karena kami underdog, tetapi mereka tidak boleh," katanya.
Souto turut menyinggung fakta menarik bahwa beberapa kekalahan langka Iran di Asia datang dari tim yang dilatih pelatih asal Spanyol, seperti Miguel Rodrigo dan Jose Maria "Pulpis" Pazos.
Baca Juga: Hector Souto: Saya Bangga dengan Cara Pemain Saya Menangani Permainan, Kami Harus Perfect!
Pernyataan itu disampaikan dengan nada optimistis, seolah menjadi suntikan kepercayaan diri jelang duel final.
Dukungan Suporter Jadi Motivasi
Pemain Timnas Futsal Indonesia, Wendy Brian Ick, memastikan skuad Garuda siap secara mental. Bermain di hadapan ribuan suporter di Indonesia Arena disebut menjadi motivasi tambahan.
"Tidak ada tekanan sama sekali karena ini final pertama Indonesia. Ini rumah kita, dan kami tidak ingin kalah di rumah sendiri," tegas Brian.
Menghadapi Iran yang memiliki waktu istirahat lebih panjang, Souto menekankan pentingnya pemulihan kondisi pemain. Ia mengakui Indonesia tidak bisa bermain dengan pressing tinggi sepanjang laga.
"Kami harus bermain pintar, mengatur tempo, dan membawa pertandingan hingga menit-menit akhir dengan peluang kemenangan," jelasnya.
Meski mengakui kualitas bintang Iran seperti Hossein Tayebi dan Saeid Ahmad Abbasi, Souto menegaskan kekuatan utama Indonesia terletak pada kolektivitas tim.
Final ini menjadi momen bersejarah bagi futsal Indonesia yang untuk pertama kalinya menembus partai puncak Piala Asia Futsal. Di bawah arahan Hector Souto, Indonesia kini menjelma sebagai kekuatan baru futsal Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







