Setelah Gerald Vanenburg, Kini Frank Van Kempen Kritik Regulasi 11 Pemain Asing di Super League

AKURAT.CO, Eksponen Belanda di Tim Nasional Indonesia tampaknya tidak setuju dengan regulasi maksimal sebelas pemain asing untuk setiap klub di Super League 2025-2026.
Terakhir kritik terhadap aturan tersebut disampaikan oleh Pelatih Timnas Indonesia U-20 dan juga asisten Patrick Kluivert di Timnas senior, Frank Van Kempen.
Dalam wawancara dengan salah satu media Belanda, Voetbalzone, Frank Van Kempen secara terbuka mengaku lebih memilih kuota pemain asing di Super League dibatasi dari jumlah yang ditetapkan saat ini.
“Secara pribadi, saya lebih suka melihat jumlah pemain internasional dibatasi (di Super League),” kata Frank Van Kempen.
Baca Juga: Kritik Regulasi 11 Pemain Asing di Super League, Gerald Vanenburg: Itu Lelucon!
“Itu akan menguntungkan pengembangan bakat Indonesia yang ada. Kami berencana memaparkan visi sehingga seluruh tim nasional usia muda berlatih dengan cara yang sama.”
Sebelum Van Kempen, Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, bahkan mengkritik lebih keras lagi. Legenda Timnas Belanda itu menyebut bahwa regulasi sebelas pemain asing sebagai “lelucon”.
“Saya pikir itu seperti lelucon. Sungguh, saya pikir itu gurauan konyol,” kata Vanenburg.
“Karena menurut saya, kita di Indonesia itu perlu mendatangkan pemain-pemain untuk tim utama, pemain-pemain muda.”
Kritik eksponen Belanda ini tampaknya cukup dipertimbangkan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Terutama setelah Erick menyaksikan penampilan pemain muda Indonesia di Piala AFF U-23 asuhan Gerald Vanenburg.
Baca Juga: Erick Thohir Surati I.League, Minta Jumlah Maksimal Pemain Asing di Super League Dikurangi
Erick Thohir sendiri mengaku sudah menyurati operator kompetisi sepakbola nasional, I.League, soal jumlah pemain asing.
Sementara regulasi kuota sebelas pemain asing sudah ditetapkan, Erick mengusahakan perubahan pada pemain yang diturunkan di lapangan.
Yakni, jika regulasi menetapkan bahwa setiap klub boleh memainkan maksimal delapan pemain asing di setiap pertandingan, maka Erick mengusulkan untuk dikurangi menjadi tujuh pemain saja.
“Pengurangan jumlah pemain asing yang turun di lapangan bukan berarti mengurangi kualitas liga, tetapi justru mempertegas komitmen kita untuk menciptakan ruang dan kesempatan lebih besar bagi talenta muda Indonesia,” kata Erick Thohir.
“Kita tidak ingin pemain muda hanya menjadi pelengkap di bangku cadangan. Mereka harus tumbuh melalui pengalaman nyata di lapangan sehingga jam bermain mereka bertambah, skill dan mentalnya juga meningkat.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









