Simone Inzaghi: Lamine Yamal adalah Fenomena yang Lahir 50 Tahun Sekali

AKURAT.CO, Sepakbola Eropa mendapatkan “euforia baru” dengan penampilan Lamine Yamal saat membela Barcelona menghadapi Inter Milan. Bahkan Pelatih Inter, Simone Inzaghi, menyebut Yamal adalah bakat “langka”.
“Lamine Yamal adalah sebuah fenomena yang lahir sekali 50 tahun,” kata Simone Inzaghi usai laga Barcelona vs Inter Milan di Stadion Olimpic Lluis Kompanys, Katalunya, Rabu (30/4), sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Kami membuat beberapa penyesuaian untuk memperbaiki bagaimana kami menghadapinya setelah babak kedua, dan tidak mudah. Dia benar-benar membuat saya terkesan hari ini.”
Baca Juga: Barcelona vs Inter Milan: Nerazzuri 2 Kali Unggul, Laga Berakhir Imbang dengan Drama 6 Gol
Lamine Yamal adalah pemain paling mencolok dalam usaha Barcelona untuk menyamakan kedudukan dari tertinggal 0-2 dan 2-3 menjadi 3-3 di laga leg pertama semifinal Liga Champions 2024-2025 melawan Inter Milan.
Ia adalah pencetak gol balasan pertama dengan sepakan lengkungnya di sudut sempit di antara pemain Inter. Ia juga melakukan dummy yang memberikan jalan bagi Raphinha untuk melepaskan strike penyama kedudukan menjadi 3-3.
“Kami memulai dengan baik, tetapi mereka menciptakan banyak masalah: dia (Lamine Yamal) menciptakan banyak masalah,” kata Simone Inzaghi.
“Dia adalah seorang pemain yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Kami harus menggandakan (pertahanan) terhadapnya.”
Baca Juga: Barcelona vs Inter Milan: Dibandingkan dengan Lionel Messi, Ini Respons Lamine Yamal
Senada dengan Inzaghi, Pelatih Barcelona, Hansi Flick, menyebut Yamal adalah pemain yang jenius. Terutama karena saat ini ia masih berusia 17 tahun.
“Saya sudah sering mengatakan sebelumnya, dia jenius,” kata Flick. “Saya benar-benar gembira bahwa bakat seperti ini yang muncul setiap 50 tahun bermain untuk Barcelona.”
Pertandingan melawan Inter merupakan pertandingan ke-100 Yamal bersama Barcelona dan golnya ke gawang Inter Milan adalah yang ke-22.
Yamal juga sudah meraih gelar Piala Eropa bersama Tim Nasional Spanyol dengan 19 penampilan dengan sumbangan empat gol.
Dari segi umur, catatan tersebut melebihi dua pemain yang disebut terbaik sepanjang sejarah, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Messi tak mencetak sebiji gol dan satu assist-pun sebelum usianya 18 tahun. Adapun Cristiano Ronaldo baru punya lima gol dan empat assist ketika seusia Yamal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 7Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








