AKURAT.CO, Sedikitnya 56 orang tewas dalam sebuah pertandingan sepakbola di Nzerekore, Guinea, Minggu (1/12), waktu setempat. Insiden terjadi pada laga tim tuan rumah melawan Labe.
Sebagaimana dikabarkan BBC, laga Nzerekore versus Labe merupakan bagian dari turnamen untuk menghormati Presiden Guinea, Mamady Doumbouya. Adapun Doumbouya naik ke tampuk kekuasaan melalui kudeta pada 2021.
Insiden berawal dari suporter Labe yang melemparkan batu ke dalam lapangan karena protes atas keputusan wasit. Penonton disebut juga masuk ke lapangan pertandingan.
Baca Juga: Siapa Itu Guinea? Bagaimana Bisa Mereka ke Play-Off Olimpiade Paris Lawan Indonesia?
“Semua bermula dari protes terhadap keputusan wasit. Kemudian penonton masuk ke lapangan,” kata seorang saksi mata yang tak disebutkan namanya.
Sejumlah media lokal mengatakan bahwa polisi menggunakan gas air mata untuk merespons suporter Labe yang masuk ke lapangan.
Sementara seorang dokter yang tak ingin disebutkan namanya menyebut banyak tubuh yang diduga korban peristiwa itu bergelimpangan di rumah sakit.
“Beberapa yang lain berbaring di lantai koridor (rumah sakit). Ruang jenazah penuh,” kata dokter tersebut.
Jurnalis lokal di Nzerekoure, Paul Sakouvogi, mengatakan bahwa akses internet di kawasan tersebut dibatasi selama insiden itu. Sementara rumah sakit, katanya, dijaga oleh polisi.
Baca Juga: Terima Kekalahan Timnas Indonesia U-23, PSSI Kecam Aksi Rasisme Serang Guinea
“Saya melihat enam polisi dalam posisi menyambut (orang) di depan tiga pintu masuk rumah sakit. Mereka hanya mengizinkan staf medis untuk mengakses rumah sakit, sementara yang lain disuruh kembali ke tempat semula,” kata Sakouvogi.
Perdana Menteri Guinea, Oury Bah, menyebut peristiwa ini sebagai tragedi dan berjanji akan memberikan dukungan medis terhadap korban.
Turnamen serupa digelar di beberapa wilayah lain di Guinea yang oleh oposisi dianggap sebagai upaya mencari dukungan yang dilakukan oleh Mamady Doumbouya di pemilihan umum terdekat.
Sementara Presiden Federasi Sepakbola Guiena (Feguifoot), Aboubacar Sampil, berada dalam pengawasan sejak Juli lalu. Sampil dituduh melakukan korupsi dan sengaja menerapkan kekerasan di sepakbola.
Guiena sendiri adalah salah satu negara Afrika yang punya banyak pemain yang berkiprah di Eropa. Di antaranya eks pemain Liverpool yang kini membela Werder Bremen, Naby Keita, serta penyerang Borussia Dortmund, Serhou Guirassy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








