Sukses Bawa Tim ke Piala Asia 2023, Ini Profil Pelatih Tajikistan Petar Segrt yang Pernah Latih PSM Makassar

AKURAT.CO Tajikistan vs Uni Emirat Arab di babak 16 besar Piala Asia 2023 berhasil menang dan lolos ke perempat final, yang membuat pelatih Tajikistan Petar Segrt langsung jadi sorotan publik.
Pelatih Tajikistan tersebut ternyata pernah dikenal Indonesia, karena Petar Segrt merupakan mantan pelatih PSM Makassar.
Pelatih Tajikistan Petar Segrt merupakan sosok penting yang membuat Timnas Tajikistan berhasil lolos ke perempat fina Piala Asia 2023, yaitu kompetisi sepak bola terbesar di Asia.
Dikutip berbagai sumber, Senin (29/1/2024), berikut ini profil pelatih Tajikistan Petar Segrt yang menjadi perbincangan warganet karena pernah latih tim PSM Makassar.
Profil Pelatih Tajikistan Petar Segrt
Petar Segrt merupakan pelatih Timnas Tajikistan yang lahir pada 8 Mei 1966 di Durdevac, Yugoslavia.
Petar Segrt juga pernah menjadi pemain sepak bola sebagai bek, sebelum menjabat sebagai pelatih Timnas Tajikistan.
Sosoknya saat ini sedang menjadi perbincangan hangat warganet karena berhasil membawa Tajikistan ke kompetisi sepak bola terbesar di Asia.
Sementara karier Petar Segrt sebagai pemain harus berakhir lebih cepat karena cedera, sehingga di usianya ke-27 tahun, ia sudah mengambil kursus pelatih dan mendapatkan lisensi UEFA B.
Baca Juga: PSSI Pastikan Timnas Indonesia Hadapi Bolivia Dan Tajikistan
Karier pelatihnya dimulai dengan menjadi pelatih tim junior FV Calw. Kemudian ia menjadi asisten pelatih di beberapa klub seperti VfL Bochum, MSV Duisburg, dan Waldhof Mannheim.
Pada tahun 2001, Peter Segrt menjadi pelatih kepala klub Austria, DSV Leoben. Dia juga pernah menjadi pelatih tim U-21 Georgia dan timnas senior Georgia dari tahun 2006 hingga 2008.
Hingga di tahun 2011, ternyata Petar Segrt juga pernah menjabat sebagai pelatih klub Indonesia Bali Devata dan saat itu berhasil bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).
Petar Segrt kemudian pindah ke PSM Makassar untuk melatih tim selama satu musim. Namun sayangnya, Petar meninggalkan PSM di tahun 2013 karena masalah finansial.
Saat itu, gaji pemain sering telat dibayar yang membuat para pemain mogok latihan. Tak heran jika Petar merasa kecewa dengan tim manajemen PSM Makasaar.
Setelah meninggalkan Indonesia, Petar Segrt memilih melatih klub Bosnia, Zvijezda Gradacac, dilanjutkan melatih Timnas Afghanistan dari tahun 2015 hingga 2017.
Baca Juga: Indonesia Kemungkinan Tantang Bolivia Atau Tajikistan Di FIFA Matchday Maret
Petar Segrt melatih timnas Maladewa selama dua tahun di Afganistan, dan tidak terduga bahwa tim tersebut berhasil memenangkan trofi bergengsi pertamanya sebagai pelatih.
Kontrak Peter Segrt dengan Maladewa berakhir pada 2019. Selama menjabat, Petar berhasil mmebawa Maladewa juara South Asian Champion 2017/2018.
Setelah dari Maladewa, barulah Petar Segrt ditunjuk sebagai pelatih Tajikistan pada Januari 2022, usai istirahat menjadi pelatih selama tiga tahun.
Tak kalah hebat, Petar Segrt membuat sejarah baru dengan meloloskan Tajikistan ke Piala Asia 2023, sehingga menjadi pengalaman pertama untuk negara tersebut dii kompetisi terbesar di Asia.
Itulah profil perjalanan karier Petar Segrt yang sudah berpengalaman bertahun-tahun menjadi pelatih. Tak heran jika kemampuannya berhasil membawa Tajikistan ke babak 8 besar Piala Asia 2023.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 3Cara Login dan Mengisi Aplikasi Sahabat KBC Kemenag untuk Guru dan Murid
- 4Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 7Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
- 10Survei PPI: Mayoritas Publik Puas dengan Kinerja Pemerintah dan Presiden Prabowo







