Fabio Quartararo Sebut Dominasi Bagnaia Seperti Verstappen Di F1
AKURAT.CO, Dominasi Fransesco Bagnaia di Grand Prix Austria 2023, akhir pekan lalu, membuat pembalap Yamaha, Fabio Quartararo, meyakini bahwa rival Ducatinya tersebut sulit dihentikan dalam perburuan gelar juara MotoGP musim ini. Quartararo bahkan membandingkan Bagnaia dengan dominasi Max Verstappen di F1 saat ini.
“Tidak (saya tidak melihat ada yang bisa menghentikan Bagnaia). Saya kira dia sedikit seperti ‘Verstappen’ saat ini,” kata Fabio Quartararo sebagaimana dipetik dari Crash.
Quartararo cukup beralasan dengan prediksi tersebut bukan saja dengan melihat selisih 62 angka antara Bagnaia di posisi puncak klasemen dengan Jorge Martin di posisi kedua. Namun karena dalam dua musim sebelumnya ia adalah pesaing terdekat Bagnaia.
Di musim 2021, Fabio Quartaro menjadi juara dengan mengalahkan Bagnaia di posisi kedua. Sementara pada tahun lalu Bagnaia mengalahkan Quartararo di seri-seri akhir setelah pembalap Yamaha tersebut sempat memimpin klasemen hampir di sepanjang musim.
“Menurut saya di tahun-tahun sebelumnya, dia punya motor terbaik, ya–tetapi Anda bisa punya motor terbaik dan tidak mendapatkan hasil. Itu adalah (hasil) kombinasi,” kata Quartararo.
“Dan sekarang tampaknya kombinasi yang dimiliki (Bagnaia) dengan motor, kepercayaan dirinya dengan motor–ketika Anda menang, menang, menang, Anda merasa bahwa Anda tak bisa dihentikan. Dan itu perasaan yang dirasakannya sekarang.”
Setelah dua musim bersaing dengan Bagnaia, musim ini Fabio Quartararo tak sekompetitif sebelumnya. Pembalap asal Prancis itu bahkan belum sekalipun menjadi juara dengan baru sekali naik podium untuk posisi ketiga pada seri ketiga di Amerika Serikat, April lalu.
Khusus dengan Bagnaia, Fabio Quartararo jelas jauh tertinggal musim ini dengan berada di posisi kesebelas klasemen sementara. Di seri terakhir di Austria saja Quartararo menyelesaikan balapan di posisi kesembilan dengan selisih nyaris 20 detik dari Bagnaia yang menjadi juara.
“Di awal balapan, cengkeraman saya sangat kendur. Kemudian saya kehilangan banyak posisi, saya melakukan beberapa kesalahan untuk kembali ke posisi (sebelumnya), saya harus banyak memaksa di ban, dan saya merusak ban,” kata Quartararo menjelaskan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 8Prediksi Skor Bayern vs Arsenal 22 Oktober 2026: Duel Produktivitas dan Pertahanan
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



