Lewis Hamilton Dapat Perawatan Tim Medis Usai GP Singapura, Faktor Kabut Asap Karhutla dari Indonesia?

AKURAT.CO Kabar mengkhawatirkan datang dari garasi Scuderia Ferrari usai gelaran Formula 1 GP Singapura 2026, Minggu (11/10/2026) malam WIB. Bintang balap asal Inggris, Lewis Hamilton, terpaksa dilarikan dan diperiksa oleh tim medis FIA setelah mengeluh kurang sehat sesaat setelah menyentuh garis finis di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay.
Kondisi fisik Hamilton yang mendadak drop ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem Singapura yang terik dan lembap, ditambah paparan polusi udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) asal Indonesia yang menyelimuti kawasan Marina Bay sepanjang akhir pekan balapan.
Baca Juga: F1 GP Belanda: Incar Gelar Kedelapan, Lewis Hamilton Siap Tikung Kimi Antonelli di Zandvoort
Pihak FIA secara resmi memberikan dispensasi khusus kepada Hamilton untuk melewatkan seluruh rangkaian sesi wawancara dengan media (post-race media) demi menjalani perawatan dan pemulihan stamina.
"Setelah balapan selesai, Lewis merasa tidak sehat dan langsung ditangani oleh tim medis FIA. Pihak FIA telah memberikan izin kepadanya untuk tidak menghadiri sesi wawancara media pasca-balapan," tulis pernyataan resmi Scuderia Ferrari dikutip dari Crash.
Sayang, dalam pernyataan tersebut tidak membeberkan rincian medis yang lebih detail terkait kondisi sang pembalap. GP Singapura sebelumnya telah dikategorikan sebagai balapan 'heat hazard' (bahaya suhu panas tinggi) oleh FIA.
Kombinasi cuaca panas, kelembapan ekstrem, serta kabut asap tipis karhutla yang membatasi kualitas udara segar dinilai menjadi ujian fisik paling menyiksa bagi para pembalap musim ini.
Ini menjadi kali kedua bagi Hamilton mengalami masalah kesehatan pasca-balapan di Singapura. Pada edisi 2024 lalu, Hamilton bersama rekan setimnya di Mercedes saat itu, George Russell, juga sempat mengalami dehidrasi parah dan kelelahan fisik akibat cuaca ekstrem.
Kondisi fisik yang melemah kian diperparah oleh kekecewaan mendalam atas hasil balapan. Memulai balapan dari posisi ketiga, Hamilton terlempar ke urutan keenam saat menyentuh garis finis akibat perjudian strategi ban yang gagal total.
Baca Juga: F1 GP Kanada: Lewis Hamilton tak Enak Hati Gara-Gara Lindas Marmot Tanah di Pacuan
Hamilton bahkan sempat melontarkan permohonan maaf kepada seluruh kru Ferrari karena merasa telah "mewajarkan kesalahan" dengan menolak masuk pit saat periode Virtual Safety Car (VSC) berlangsung.
Demi mengejar podium, Hamilton memaksakan diri melakukan stint raksasa sepanjang 44 lap menggunakan ban soft di lintasan yang sangat menuntut stabilitas grip. Perjudian tersebut berbuah simpul pahit setelah kecepatannya merosot tajam di fase-fase akhir balapan.
Hasil berbanding terbalik diraih rekan setimnya, Charles Leclerc, yang sukses mengamankan podium runner-up di belakang Max Verstappen (Red Bull Racing) yang keluar sebagai juara untuk pertama kalinya di Singapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 6India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







