Akurat Logo

Mandalika Paling Spesial dalam Karier Veda Ega Pratama, Sempat Bersaing Demi Podium

Dian Eko Prasetio | 11 Oktober 2026, 19:45 WIB
Mandalika Paling Spesial dalam Karier Veda Ega Pratama, Sempat Bersaing Demi Podium
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, saat bersiap mengikuti sesi Free Practice 1 Moto3 Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, NTB, Jumat (9/10/2026). ANTARA/Fikri Yusuf.

AKURAT.CO, Balapan di Moto3 Indonesia 2026 menjadi salah satu momen paling spesial dalam karier pembalap muda Tanah Air, Veda Ega Pratama.

Mengaspal di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, NTB, rookie Honda Team Asia tersebut tampil perkasa hingga merebut posisi keenam (P6) usai menyajikan aksi kejar-kejaran di barisan terdepan Moto3 Indonesia, Minggu (11/10/2026).

Melakoni home grand prix pertamanya di ajang Moto3, pembalap berusia 17 tahun bernomor start 9 ini menunjukkan start yang luar biasa.

Memulai balapan Moto3 Indonesia dari grid ketujuh (P7), Veda Ega Pratama langsung melejit dan merangsek hingga posisi kedua (P2) pada lap kedua.

Baca Juga: Moto3 Indonesia: Perkasa di Mandalika, Veda Ega Pratama Raih 10 Poin dengan Finish di P6

Ia terus bertahan dalam perburuan posisi podium sepanjang balapan sebelum akhirnya menyentuh garis finis di urutan keenam dan membawa pulang sepuluh poin berharga bagi publik tuan rumah.

"Saya sangat senang bisa finis di posisi enam besar hari ini dan mencetak poin-poin penting," kata Veda Ega Pratama usai balapan.

"Balapan di sini di hadapan para penggemar Indonesia adalah pengalaman yang luar biasa. Ini adalah salah satu balapan paling spesial dalam karier saya, dan saya benar-benar menikmati dukungan dari para penonton."

Mengenang jalannya balapan 20 putaran yang menguras fisik, Veda menceritakan betapa ketatnya kontak dan aksi saling susul di kelompok terdepan.

Pembalap asli Gunung Kidul itu menyebut bahwa targetnya sedari awal adalah melakukan start dengan baik dan coba bertahan di grup terdepan.

"Saya rasa kami melakukannya dengan baik di awal. Tentu saja ada banyak duel, aksi menyalip, dan beberapa kontak yang terkadang menciptakan jarak antar kelompok. Saya terus menekan di setiap lap untuk mengejar pembalap di depan," ungkapnya.

"Pada dua lap terakhir, saya bertarung dengan sesama pembalap Honda dan mencoba finis setinggi mungkin. Sekarang kami menuju Australia, sirkuit yang sama sekali baru bagi saya. Lintasannya terlihat sangat cepat dengan tikungan mengalir, jadi saya sangat antusias."

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.