Moto3 Jepang: Kencang di Eropa, Veda Ega Pratama Incar Podium Pertama di 'Kandang' Honda

AKURAT.CO, Rangkaian tur benua Asia dalam ajang Grand Prix MotoGP resmi dimulai akhir pekan ini. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, bersiap melakoni seri ke-16 Moto3 2026 di Sirkuit Mobility Resort Motegi, Jepang,
Veda Ega Pratama datang ke Moto3 Jepang dengan kepercayaan diri tinggi dan ambisi besar untuk kembali menembus persaingan barisan depan.
Seri GP Jepang menjadi pembuka dari rangkaian balapan luar Eropa (flyaway) sebelum berlanjut ke tanah air di Sirkuit Mandalika, Indonesia. Bagi Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia, berlaga di Motegi bukanlah hal baru.
Rookie asal Gunungkidul bernomor start 9 ini sudah mengantongi rekam jejak manis dan memori indah di sirkuit teknis sepanjang 4,8 kilometer tersebut semasa berlaga di kejuaraan level junior.
Baca Juga: Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
Performa menjanjikan pada seri sebelumnya di Red Bull Ring, Austria, menjadi modal berharga bagi Veda. Kala itu, Veda menyajikan aksi comeback yang sangat memukau dengan merangsek naik dari posisi start ke-19 hingga menembus posisi empat besar (P4).
Sayangnya, potensi finis di podium pada GP Austria lalu harus terganggu oleh sanksi double long-lap penalty akibat insiden kontak di barisan depan.
Meski harus puas menyentuh garis finis di posisi ke-13 dan membawa pulang tiga poin, potensi speed serta gaya balap agresif yang ditunjukkan Veda menjadi sinyal positif bahwa dirinya mampu bersaing ketat dengan para pembalap papan atas Moto3.
Peningkatan performa tersebut membuat Veda menatap balapan di Motegi dengan motivasi melipat ganda.
"Saya sangat bersemangat pergi ke Jepang. Setelah balapan di Austria, saya merasa kepercayaan diri saya telah kembali dan kami memiliki kecepatan untuk bertarung dengan pembalap di barisan depan," kata Veda melalui keterangan yang diterima Akurat.co.
"Start dari P19 dan bisa mencapai P4 membuktikan bahwa kami mampu bertarung. Meskipun hukuman penalti mengubah hasil akhir di Austria, saya mengambil banyak hal positif dari balapan tersebut."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 4Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 5Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 6Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 7Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2, Cek Jadwal Garuda di Final FIFA ASEAN Cup 2026!
- 8Prediksi Spanyol vs Kroasia di UEFA Nations League: Susunan Pemain, H2H, dan Skor
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah





