Tak Punya Teman di Paddock MotoGP, Pedro Acosta Leluasa Menyalip Tanpa Beban

AKURAT.CO, Bintang muda KTM yang bersiap menyeberang ke Ducati Lenovo musim depan, Pedro Acosta, membuat pengakuan mengejutkan terkait dinamika hubungan antarpembalap di paddock MotoGP.
Pembalap asal Spanyol itu secara blak-blakan mengaku tak memiliki satu pun teman dekat di antara para pesaingnya di atas lintasan.
Kendati demikian, Pedro Acosta menegaskan bahwa ia sangat nyaman dengan situasi tersebut.
Menurut Pedro Acosta, tidak memiliki ikatan emosional atau pertemanan dengan rival membuatnya bisa melancarkan aksi manuver balap secara agresif tanpa rasa ragu sedikit pun.
Acosta yang musim depan dipastikan bertandem dengan sang juara bertahan, Marc Marquez, di tim pabrikan Ducati, menilai bahwa persaingan panas di era terdahulu justru merupakan bumbu utama yang meramaikan kejuaraan dunia balap motor paling bergengsi ini.
"Beruntung di MotoGP, hampir dengan semua pembalap cukup mudah untuk sekadar berbincang atau menjalin hubungan. Namun pada akhirnya, semua orang di sini berada di tempat yang sama untuk mengejar impian yang sama," kata Acosta dikutip Crash.
"Menurut saya, cukup sulit untuk memiliki hubungan yang benar-benar jujur dengan seseorang yang menginginkan hal yang sama persis dengan Anda. Jujur saja, saya mungkin lebih memilih untuk mundur satu langkah dan tidak memiliki hubungan apa pun."
Rindu Rivalitas Panas MotoGP Era Rossi Hingga Doohan
Pembalap berjuluk Si Hiu dari Mazarron itu tak sungkan membandingkan situasi grid masa kini dengan era emas MotoGP masa lalu.
Rivalitas legendaris seperti Valentino Rossi kontra Sete Gibernau, hingga Mick Doohan melawan Alex Criville, dinilainya sebagai standar ideal persaingan di kelas para raja.
"Saya merasa sejak hari pertama, saya tidak punya teman di paddock. Namun saya senang karena dengan begitu saya tidak memiliki perasaan apa pun terhadap siapa pun. Saya sama sekali tidak peduli siapa yang coba saya salip atau dengan cara apa saya menyalipnya," kata Acosta tanpa basa-basi.
"Jika Anda mengingat masa lalu, kurang lebih semua hubungan persaingan memang seperti ini. Ingat Sete dengan Valentino, atau Criville dengan Doohan, itu bukan hubungan yang mudah. Mungkin ini juga bumbu panas yang mulai hilang dari MotoGP saat ini."
Memasuki paruh kedua musim 2026, Acosta yang telah mengemas kemenangan sesi sprint pertamanya tahun ini masih terus berburu kemenangan perdana di balapan utama (Grand Prix).
Pembalap berusia 22 tahun itu kini bertengger di posisi ketujuh klasemen sementara menjelang sepuluh seri pemungkas bersama KTM sebelum resmi berkostum Ducati musim depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








