Resmi Pindah ke Ferrari Mulai 2025, akankah Lewis Hamilton Senasib Vettel dan Alonso?

AKURAT.CO, Keputusan Ferrari merekrut Lewis Hamilton mulai musim 2025 tak pelak merupakan pengulangan strategi yang mereka lakukan dalam satu setengah dekade terakhir. Pertanyaannya, apakah strategi tersebut tak mengulangi kegagalan sebelumnya?
Strategi dimaksud adalah merekrut pembalap juara untuk mendongkrak Ferrari yang belum lagi pernah memiliki juara dunia sejak Kimi Raikkonen pada 2007. Bahkan, posisi Ferrari dalam rivalitasnya dengan Mercedes kini telah digeser oleh Red Bull.
Keputusan untuk mendapatkan gelar dari pembalap juara sebenarnya dimulai sejak 2010 ketika Ferrari merekrut Fernando Alonso yang gagal bersama Mercedes. Ketika itu, Alonso adalah juara dunia dua kali bersama Renault.
Baca Juga: Bantah Tawaran Ferrari, Lewis Hamilton Tegaskan Pilih Bertahan Di Mercedes
Ketika Alonso mendarat di Ferrari, Red Bull punya Sebastian Vettel yang menjadi juara empat musim beruntun dalam rentang 2010-2013. Alonso pun lepas dari Ferrari di musim 2014 yang ketika itu dimenangi oleh Lewis Hamilton bersama Mercedes.
Melihat kesempatan, Ferrari kemudian merekrut Vettel mulai musim 2015 namun peliknya empat enam musim beruntun sampai tahun awal pandemi 2020 Mercedes mendominasi.
Nico Rosberg mampir semusim menjadi juara pada 2016 dan langsung memutuskan pensiun kemudian Hamilton meraih empat gelar beruntun dalam periode 2017-2020.
Sekaligus menjadikan Hamilton sebagai pemilik rekor tujuh gelar dunia yang semula hanya dipegang seorang diri oleh legenda Ferrari, Michael Schumacher.
Baca Juga: Tawaran Ferrari Bisa Menjadi Satu-Satunya Alasan Lewis Hamilton Tetap Membalap
Kini, setelah Vettel pergi di akhir 2020 dan posisinya digantikan oleh Carlos Sainz Jr, Ferrari merekrut Hamilton. Jika berkaca pada pengamalan Alonso dan Vettel, maka Hamilton sulit menjadi juara bersama Ferrari.
Namun demikian, Lewis Hamilton masih punya ambisi untuk meraih gelar juara dunia kedelapan sebagai rekor baru sementara mesin Mercedes dalam tiga tahun terakhir tak cukup bersaing dengan Red Bull yang dikendarai Max Verstappen.
Bagi publik F1, menantikan aksi Lewis Hamilton yang sudah identik bersama Mercedes merupakan daya tarik yang pasti. Namun, Hamilton mesti bisa menjawabnya di seri-seri pertama musim 2025.
Di sisi lain, Hamilton masih punya satu musim lagi bersama Mercedes tahun ini. Akan lebih sempurna jika pembalap berkulit hitam pertama yang menjuarai F1 itu memecahkan rekor dengan gelar juara dunia kedelapan sebagai salam perpisahan dengan Mercedes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








