Akurat Logo

Denmark Terbuka: Tebus Kegagalan Asian Games, Fajar/Fikri Berdiri Di Puncak Podium Usai Redam Rival Serumpun

Dian Eko Prasetio | 18 Oktober 2026, 23:57 WIB
Denmark Terbuka: Tebus Kegagalan Asian Games, Fajar/Fikri Berdiri Di Puncak Podium Usai Redam Rival Serumpun
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di podium juara Denmark Terbuka 2026 usai mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di final di Odense, Denmark, Minggu (18/10/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses menobatkan diri sebagai jawara turnamen BWF World Tour Super 750 Denmark Terbuka 2026 dengan penampilan dominan di laga puncak.

Gelar juara Denmark Terbuka kali ini diraih Fajar/Fikri usai membantai pasangan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, lewat skor straight set 21-8 dan 21-11 di JSK Bank Arena, Odense, Denmark, Minggu (18/10/2026).

Keberhasilan di Denmark Terbuka ini menjadi pembuktian manis sekaligus penebusan dosa bagi Fajar/Fikri yang harus puas menjadi runner-up di Odense pada edisi tahun lalu. Serta mengobati kegagalan menyumbang medali di nomor perorangan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 lalu.

Fajar menyampaikan rasa syukurnya atas gelar Super 750 ini. Ia membeberkan bahwa kunci dominasi mutlak mereka atas Aaron/Soh terletak pada strategi serangan agresif sejak awal gim guna memanfaatkan laju shuttlecock yang kencang.

Baca Juga: Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang

"Alhamdulillah sangat bersyukur setelah tahun lalu gagal di final, kali ini kami bisa menjuarai Denmark Open. Semoga menjadi awal untuk prestasi kami ke depannya lebih lagi ya, motivasi dan percaya diri lebih meningkat. Kekalahan di Asian Games kemarin memacu kami berdua untuk mencapai hasil yang terbaik lagi," kata Fajar usai laga.

"Kami sudah sangat sering bertemu Aaron/Soh bahkan sejak sebelum kami berpasangan, jadi sudah tahulah kelemahan dan kelebihan masing-masing. Shuttlecock sangat kencang lajunya jadi kami tidak mau bermain bertahan, kami dari awal selalu menekan, selalu bermain menyerang jadi lawan juga tidak bisa berkembang."

Fajar pun berharap tren positif yang diraih bulutangkis Indonesia dalam beberapa bulan terakhir dapat terus berlanjut hingga level junior.

Sementara itu, Fikri juga tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya usai mampu memutus kutukan kegagalan di laga final.

Kehadiran Fajar serta kematangan mentalitas mereka diakui Fikri menjadi pembeda besar dalam perjalanan kariernya saat ini.

"Seperti tadi main di final, sayang banget kalau enggak semangat makanya tadi saya coba teriak-teriak untuk menebus rasa sedih tahun lalu yang sebetulnya bisa juara dan saya ingin memperbaikinya, termasuk juga kekalahan di Asian Games kemarin," kata Fikri.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.