Akurat Logo

Emas Asian Games Jadi Batu Loncatan, Leo/Daniel Alihkan Fokus Incar Tiket Olimpiade LA 2028

Dian Eko Prasetio | 8 Oktober 2026, 13:48 WIB
Emas Asian Games Jadi Batu Loncatan, Leo/Daniel Alihkan Fokus Incar Tiket Olimpiade LA 2028
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, saat menjawab pertanyaan media di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (7/9/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Sukses memboyong medali emas di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tak lantas membuat pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, cepat berpuas diri.

Pasangan berjuluk The Babies tersebut langsung mengalihkan fokus dan menjadikan raihan emas di Jepang sebagai batu loncatan menuju panggung yang lebih besar, Olimpiade Los Angeles 2028.

Keberhasilan Leo/Daniel meraih podium tertinggi Asian Games sekaligus mengobati kegagalan mereka pada edisi empat tahun silam.

Keduanya bersyukur mampu mempersembahkan hasil terbaik bagi masyarakat Indonesia yang sempat merasa kecewa.

Baca Juga: Asian Games: Setelah Berpisah 2,5 Tahun, 'Klik' Leo/Daniel Kembali dengan Medali Emas

"Pastinya sangat senang dan bahagia untuk euforia ini karena mengingat empat tahun lalu Asian Games kan gagal ya hitungannya," kata Leo di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

"Jadi untuk euforia ini cukup kemarin saja dan hari ini, semoga di bulutangkis ke depannya bisa lebih baik lagi."

Senada dengan sang mitra, Daniel juga menegaskan komitmennya untuk berjuang habis-habisan dalam perebutan tiket kualifikasi Olimpiade LA 2028. Pasalnya, sektor ganda putra dikenal memiliki peta persaingan yang sangat ketat dan kompetitif.

"Kami berusaha untuk lolos kualifikasinya dan persaingan di ganda putra kan cukup ketat juga. Siapa pun bisa bersaing dan kami nggak mau menyia-nyiakan kesempatan itu," tutur Daniel.

Mengenang laga final Asian Games 2026 yang berlangsung sengit, Leo menceritakan momen mendebarkan saat mereka sempat unggul 18-13 di gim penentu namun tersusul oleh lawan.

Beruntung, komunikasi yang solid dan ketenangan di lapangan menjadi kunci utama bagi mereka untuk keluar dari tekanan.

"Rasanya mungkin pengin cepat-cepat matiin jadi lebih terburu-buru. Waktu tersusul kita berkomunikasi, berdiskusi, dan harus cepat mengambil keputusan karena kan babak final dan set ketiga juga. Yang penting asal bola masuk dulu lah," jelas Leo.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.