Akurat Logo

Eng Hian Tegaskan Hasil Asian Games Wajib Jadi Bahan Evaluasi: Waktu Bergerak Cepat Menuju LA 2028!

Dian Eko Prasetio | 8 Oktober 2026, 11:57 WIB
Eng Hian Tegaskan Hasil Asian Games Wajib Jadi Bahan Evaluasi: Waktu Bergerak Cepat Menuju LA 2028!
Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian (kiri), dan pelatih ganda putra bulutangkis Indonesia, Antonius Ariantho, saat mendampingi Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin di final beregu putra Asian Games Aichi-Nagoya di Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026). PBSI.

AKURAT.CO Setiap pertandingan yang dilakoni para pebulutangkis Indonesia kini wajib menjadi bahan evaluasi secara menyeluruh. Langkah ini dinilai sangat krusial demi mematangkan persiapan skuad Merah Putih menuju panggung tertinggi, Olimpiade Los Angeles 2028.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa keberhasilan tim bulu tangkis Indonesia memboyong total enam medali (dua emas, satu perak, dan tiga perunggu) dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak boleh membuat seluruh elemen Pelatnas berpuas diri.

"Rasa syukur tidak boleh membuat kita berhenti melakukan evaluasi. Kita harus berani melihat bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan," kata Eng Hian saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Tim Bulutangkis Indonesia TC di Tokyo Jelang Asian Games, Eng Hian: Biar Atlet Tampil Lepas!

Eng Hian membeberkan bahwa sederet pekerjaan rumah masih membayangi pembinaan prestasi bulu tangkis nasional. Catatan tersebut meliputi konsistensi performa di lapangan, penguatan kedalaman skuad di setiap nomor, hingga percepatan proses regenerasi atlet dari kelompok pratama menuju level utama.

Sebab, menurut pelatih yang sukses mengantar ganda putri Indonesia meraih emas Olimpiade Tokyo 2020 itu, fokus evaluasi tidak boleh hanya ditujukan kepada para atlet yang membawa pulang medali semata.

"Bahan evaluasi kita bukan hanya siapa yang mendapatkan medali, tetapi bagaimana konsistensi performa atlet, bagaimana kedalaman setiap sektor, dan bagaimana kita mempercepat transisi atlet dari pratama menuju utama," tambahnya.

Guna mendorong para pemain muda agar mampu merangsek ke jajaran panggung elite dunia, peran serta kesiapan tim pelatih menjadi kunci paling utama. Eng Hian mengingatkan bahwa gelaran Asian Games sejatinya hanyalah panggung perantara, bukan tujuan akhir dari perjalanan pembinaan.

"Waktu kalau kita berpikir sekarang mungkin masih ada dua tahun, 2028. Tapi waktu bergerak cukup cepat," tutur pria yang akrab disapa Koh Didi tersebut.

Atas dasar itu, Eng Hian menginstruksikan tim pelatih dan tim performance untuk terus bergerak aktif menciptakan berbagai inovasi berbasis data demi perkembangan masing-masing atlet.

"Setiap prestasi harus diterjemahkan menjadi data, setiap pertandingan harus menjadi bahan evaluasi, dan setiap atlet harus memiliki arah perkembangan yang jelas," tegasnya.

Baca Juga: Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Tanpa perlu berlama-lama larut dalam euforia, pematangan skuad Merah Putih bakal langsung diuji dalam waktu dekat lewat rangkaian Tur Eropa yang ketat.

Odense menjadi persinggahan perdana pada ajang Denmark Terbuka 2026 berlevel BWF World Tour Super 750 pada 13–18 Oktober, disusul Prancis Terbuka 2026 di Paris pada 20–25 Oktober dengan level yang sama.

Rangkaian tur Benua Biru tersebut kemudian ditutup lewat turnamen HYLO Terbuka 2026 berstatus Super 500 di Saarbrucken, Jerman, pada 27 Oktober hingga 1 November 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.