Bulutangkis Putra Raih Emas Pertama Asian Games, Erick Thohir: Perhatian Presiden Jadi Suntikan Moral

AKURAT.CO, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan ucapan selamat secara langsung kepada Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia yang sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi Kontingen Merah Putih di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Momen hangat tersebut disampaikan Presiden Prabowo melalui sambungan video call pada Kamis (24/9/2026) malam sesaat setelah skuad Garuda memastikan kemenangan dramatis atas tim rival sengit China di partai final dengan skor 3-2.
Presiden mengapresiasi tinggi kerja keras dan determinasi para atlet di lapangan, sekaligus melecut semangat seluruh kontingen Indonesia agar terus berjuang memburu kepingan medali hingga penutupan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
"Terima kasih saudara-saudara sekalian, terima kasih jerih payah saudara-saudara. Kalian berhasil meraih medali emas pertama," kata Presiden Prabowo mengapresiasi perjuangan skuad beregu putra.
Baca Juga: Lewat Telepon, Prabowo Apresiasi Para Atlet usai Raih Emas Pertama di Asian Games 2026
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian penuh yang konsisten ditunjukkan Presiden Prabowo terhadap tumbuh kembang olahraga nasional dan kesejahteraan para atlet.
"Terima kasih Bapak Presiden yang selalu mendukung kemajuan olahraga nasional dan mendorong para atlet sebagai duta bangsa, sehingga prestasi mereka merupakan bukti kedigdayaan bangsa. Perhatian Bapak Presiden tentu menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi perjuangan Merah Putih di Asian Games," kata Erick.
Erick menegaskan bahwa keberhasilan menyabet emas pertama ini memiliki makna filosofis yang jauh melebihi sekadar raihan medali. Menurutnya, olahraga merupakan instrumen investasi strategis nasional dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh.
"Olahraga adalah investasi bangsa dalam membangun karakter. Dari olahraga kita membentuk generasi yang memiliki fighting spirit, mau bekerja keras, disiplin, pantang menyerah, dan menjunjung tinggi sportivitas," jelasnya.
Lebih lanjut, Erick menjabarkan bahwa Kemenpora terus berkomitmen mengubah paradigma lama dalam memandang dunia olahraga.
Olahraga tidak boleh lagi dianggap sekadar pemborosan anggaran (cost), melainkan harus menjadi mesin penggerak ekonomi (revenue opportunity) melalui pengembangan sport industry dan sport tourism.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







