Akurat Logo

Asian Games: Kalah Telak 0-3 Dari China di Semifinal, Tim Bulutangkis Beregu Putri Indonesia Raih Perunggu

Dian Eko Prasetio | 23 September 2026, 13:38 WIB
Asian Games: Kalah Telak 0-3 Dari China di Semifinal, Tim Bulutangkis Beregu Putri Indonesia Raih Perunggu
Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Febi Setianingrum/Rachel Allesya Rose, saat tampil menghadapi wakil China di semifinal beregu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Aichi, Jepang, Rabu (23/12/2026). AKURAT.CO/Dian Eko Prasetio.

AKURAT.CO, Langkah tim bulutangkis beregu putri Indonesia di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhirnya harus terhenti di babak semifinal.

Skuad Srikandi Merah Putih harus puas meraih medali perunggu usai takluk dari China dengan skor telak 0-3 pada laga di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Aichi, Jepang, Rabu (23/9/2026).

Indonesia sudah harus tertinggal lebih dulu di partai pertama usai tunggal putri utama, Putri Kusuma Wardani, menyerah dari Wang Zhi Yi dua gim langsung dengan skor 15-21 dan 20-22.

Usai laga, Putri KW menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa menyumbang poin pembuka meski sejatinya sempat memimpin 18-14 di gim kedua sebelum dibalikkan oleh lawan.

Baca Juga: Asian Games: Chinese Taipei Sempat Perkecil Ketertinggalan, Fadia/Ana Pastikan Tiket Semifinal Srikandi Indonesia

"Ketika saya unggul 18-14 di gim kedua, dia mempercepat permainan termasuk dari cara serangannya juga. Setelah ini masih ada nomor perorangan, jadi saya mau fokus pemulihan yang cepat dan harus lebih dijaga hati serta pikirannya," kata Putri.

Penderitaan Merah Putih berlanjut pada partai kedua di sektor ganda putri. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga dipaksa menyerah dua gim langsung 15-21 dan 18-21 dari pasangan peringkat atas dunia, Liu Sheng Shu/Tan Ning.

Rachel mengakui ketergesa-gesaan menjadi penyebab utama kegagalan mereka mengamankan poin di partai kedua.

"Tadi dari start awal kami banyak mati sendiri, banyak terburu-buru. Beberapa momen kami bisa ambil banyak poin karena main lebih tenang, tapi di akhir-akhir kembali terburu-buru," kata Rachel.

"Persaingan di nomor perorangan pasti lebih ketat. Enggak gampang juga, jadi konsistensinya harus lebih dinaikkan lagi," kata Febi menimpali.

Mimpi Indonesia untuk memaksakan kebangkitan akhirnya resmi terkubur pada partai ketiga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.