Kejuaraan Dunia: Soroti Isu Pawang Monyet di India, Tim Bulutangkis Indonesia Hadapi Faktor Non-Teknis

AKURAT.CO, Berlaga pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di India tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan taktik bertanding yang matang bagi para atlet Indonesia.
Faktor non-teknis serta situasi unik di luar arena pertandingan di India turut menjadi sorotan dan ujian tersendiri bagi kesiapan mental para penggawa Merah Putih di Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini.
Ekspektasi serta dinamika bertanding di negara Asia Selatan tersebut diakui memberikan warna tersendiri.
Berbagai kabar unik yang beredar seperti keberadaan pawang monyet di area venue hingga banyaknya kotoran burung di dalam venue menjadi hal yang diantisipasi oleh para atlet Pelatnas PBSI Cipayung sebelum resmi mengayunkan raket.
Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra, menilai bahwa situasi riuh maupun gangguan non-teknis di sekitar lapangan pertandingan sebenarnya sangat bergantung pada sejauh mana seorang atlet mampu menjaga fokusnya di atas arena.
"Yang pastinya ngaruh sih kalau lagi nonton. Kalau lagi main harusnya kita fokus sama main sendiri aja," kata Raymond.
"Soalnya kalau sudah main emang beda rasanya, mau siapa teriak apa mungkin kita enggak kedengaran sedengar kalau kita jadi penonton. Kita fokusnya ke permainan."
Sementara itu, terkait dengan fasilitas serta atmosfer lingkungan di India yang sering kali dikeluhkan oleh sejumlah kontestan, atlet ganda putra Muhammad Shohibul Fikri mengimbau rekan-rekannya untuk bersikap adaptif dan mengambil sisi positif dari situasi apa pun yang dihadapi.
"Itu sih harus siap ya. Kita harus cepat adaptasi juga karena bukan tim Indonesia saja, pasti tim negara lain pun akan merasakan hal yang sama dari segi hotel dan main hall-nya juga pasti akan sama," kata Fikri.
"Ya, ambil positifnya aja, jangan terganggu oleh seperti itu. Siapa tahu kan dengan kondisi yang bagaimanapun, di situ terdapat rezeki kita."
Sementara itu, mengenai rumor unik seputar kehadiran pawang monyet di sekitar arena pertandingan yang sempat ramai diperbincangkan, beberapa pemain menyikapinya dengan beragam reaksi santai.
Pebulutangkis spesialis ganda putri, Febi Setianingrum, berharap kendala-kendala non-teknis tersebut tidak sampai mengganggu kenyamanan dan jalannya turnamen secara keseluruhan.
"Ya semoga itu bisa tidak terjadi lagi. Dengar cerita saja sih saya," kata Febi singkat.
Rekan duet Febi, Rachel Allessya Rose, menambahkan bahwa tim pelatih sudah mengondisikan mental para pemain sejak melahap porsi latihan harian di Pelatnas.
Pendekatan tersebut diterapkan agar mereka tidak kaget saat berhadapan dengan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya di India.
"Hawanya pasti beda sih, pasti. Dan kita memang coba dari pelatih juga ngasih buat harus beda lah gitu dari latihannya, sehari-harinya harus dibiasain melihatnya seperti sudah mulai pertandingan gitu, enggak yang biasa-biasa saja," jelas Rachel.
Senada dengan pemain lainnya, tandem Raymond Indra, Nikolaus Joaquin, justru menanggapi selentingan kabar mengenai situasi unik di luar lapangan di India dengan rasa penasaran.
"Belum sih saya, belum pernah ketemu (monyet). Penasaran juga sih kalau saya," gurau Nikolaus.
Meski harus beradaptasi dengan iklim dan lingkungan yang berbeda, skuad bulutangkis Indonesia menegaskan komitmen penuh mereka untuk tetap berfokus pada target performa di dalam lapangan demi mengamankan prestasi terbaik di panggung Kejuaraan Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







