Antonius Budi Ariantho Sebut Pengalaman Muhammad Rian Ardianto Jadi Kunci Mentori Daniel Edgar Marvino

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas PBSI Cipayung, Antonius Budi Ariantho, menilai pengalaman serta kematangan Muhammad Rian Ardianto di atas lapangan akan menjadi modal krusial bagi partner barunya, Daniel Edgar Marvino.
Rian, kata Antonius, diharapkan mampu menjadi mentor yang tepat untuk mendongkrak performa sang junior ke level tertinggi.
Duet kombinasi baru senior-junior ini diproyeksikan akan melakoni laga debut mereka di ajang BWF World Tour Super 300 Taipei Terbuka 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan bakal bergulir pada 28 Juli hingga 2 Agustus mendatang.
Keputusan memasangkan Rian dengan Edgar didasari oleh kebutuhan sang pemain muda akan sosok pembimbing di dalam lapangan. Antonius melihat Edgar memiliki bakat yang besar, namun masih membutuhkan polesan dari pemain yang sarat jam terbang seperti Rian.
"Saya melihat potensi yang bagus dari Daniel Edgar, tapi dia masih perlu mentor dan bimbingan di lapangan untuk meningkatkan kemampuannya," kata Antonius Budi Ariantho melalui keterangan resminya.
"Dengan pengalaman, jam terbang, dan skill yang dimiliki Rian, saya harap Rian bisa membimbing Daniel Edgar untuk naik ke level yang lebih tinggi dan juga semoga Daniel Edgar bisa belajar banyak dari Rian."
Lebih lanjut, pelatih yang karib disapa Coach Anton itu membeberkan bahwa perombakan ini tidak lepas dari hasil evaluasi tim kepelatihan ganda putra dalam beberapa turnamen terakhir.
Performa Rian saat berpasangan dengan Rahmat Hidayat, maupun Edgar bersama Taufik Aderya, dinilai sedang mengalami fase stagnan.
"Di awal-awal berpasangan, Rian/Rahmat cukup menjanjikan tapi di beberapa turnamen hasilnya kurang baik, jadi saya mencoba opsi lain," jelas Anton blak-blakan mengenai alasannya memecah formula sebelumnya.
Meski memasang target utama untuk mematangkan mental bertanding pemain muda, Anton menegaskan bahwa PBSI tidak main-main dengan proyeksi duet Rian/Edgar ini. Pasangan baru ini tetap dibebani target untuk bisa berbicara banyak di level internasional.
"Kombinasi senior dan junior ini tujuannya memang lebih kepada mematangkan pemain-pemain muda untuk siap melangkah ke level yang lebih tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan juga untuk bisa bersaing di level atas," Anton memungkaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 4Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 5Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 6Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 7Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







