BWF Berencana Ubah Sistem 21 Poin, Rexy Mainaky: Mereka Harusnya Memikirkan Hal Lain

AKURAT.CO, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) berencana untuk mengubah sistem penilaian 2x21 poin yang berlaku saat ini menjadi 3x15 poin.
Namun, legenda bulutangkis Indonesia, Rexy Mainaky, menilai bahwa tidak ada keharusan bagi BWF untuk mengubah sistem poin saat ini.
Rexy mengatakan BWF seharusnya menangani masalah yang lebih penting untuk membuat permain lebih kompetitif dan menarik daripada ikut campur dalam sistem penilaian.
Baca Juga: Lee Zii Jia Korban Terbaru, Regulasi BWF Soal Semprotan Pain Killer Diminta Ditinjau Ulang
"Mereka (BWF) tampaknya sibuk mengubah sistem penilaian. (Tetapi) bagi saya, sistem 21 poin sudah bagus dan tidak perlu dirubah," kata juara Olimpiade 1996 Atalanta itu sebagaimana dikutip laman Bernama.
"Mereka seharusnya memikirkan hal-hal lain daripada mengubah sistem penilaian. Saya tidak perlu menjelaskan lebih lanjut, mereka (harusnya) lebih tahu."
Sebelumnya BWF telah mengumumkan penerapan uji coba sistem penilaian 15 poin untuk turnamen tertentu. Termasuk kompetisi regional dan grade tiga (Seri dan International Challenge) dari April sampai September atau Oktober tahun ini.
Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior: Skuad Indonesia Adaptasi Sistem Baru 110 Poin
Usulan tersebut disetujui dalam rapat Dewan BWF yang bergulir 9 November 2024 silam dan keputusan akhir tentang apakah akan mengadopsi sistem baru akan dibuat pada rapat umum tahunan BWF 2026.
Berdasarkan sistem 15 poin yang diusulkan, pertandingan akan diputuskan melalui laga best-of-five (tiga kemenangan dari lima set).
Jika kedudukannya imbang 14-14, pemain harus mendapatkan keunggulan dua poin untuk bisa mengamankan set atau permainan akan otomatis berakhir pada poin 21.
Jika sebelumnya interval terjadi pada poin sebelas dalam 21 poin, kali ini jeda interval akan berlangsung setelah delapan poin dalam setiap set.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








