Begini Cara PBSI Tentukan Turnamen yang Bakal Diikuti Pemain Jelang Olimpiade 2024
Leo Farhan | 24 Mei 2024, 17:59 WIB

AKURAT.CO Kabid Binpres PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyebut ada dua faktor kunci dalam menentukan turnamen yang bakal diikuti pasukannya jelang Olimpiade 2024 Tokyo.
"Jadi Intinya yang pertama kondisi (pemain), kedua mapping mengenai seeded (unggulan). Jadi kita mendiskusikan itu dengan pelatih, kita daftarkan sampai Australia," kata Ricky dalam keterangan di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (22/5/2024).
"Tapi, karena diskusi tadi, sehingga ada waktunya untuk kita menarik (pemain) sebelum deadline-nya. Karena diskusi tadi, kita tahu kebutuhan mereka (pemain) sampai (mana)."
Ricky juga sampai saat ini mengaku masih menunggu kepastian dari para pelatih, pemainnya akan diturunkan di turnamen apa saja.
Intinya, persiapan yang akan dilakukan para pemain ini bertujuan untuk memerkuat dan mematangkan teknik dan strategi untuk mendapatkan peak performance di Paris mendatang.
Pemilihan turnamem yang bakal diikuti pemain memang dibuat seketat mungkin. Hal tersebut bertujuan agar para pemain bisa mendapatkan peak performance terbaik mereka di Paris mendatang.
Setelah turnamen di ajang Badminton Asia Championship, para pemain yang sudah mendapatkan tiket ke Olimpiade, langsung diproyeksi mendapatkan poin sebagai pemain unggulan.
"Australia ini masih ada (yang tampil). Kecuali tadi, saya sampaikan di ganda putra yang memang sudah menarik diri untuk Australia," jelas Ricky.
"Ganda putra hanya sampai Indonesia Open. Jadi masih ada nama-nama yang Olympic itu di Australia Open. Itu pun masih ada nanti sampai nunggu deadline. Karena kita monitoring di keseharian mereka."
Pada dasarnya, pengurus ingin para pemain yang bakal tampil di Olimpiade nanti mendapatkan performa terbaiknya di Paris pada Juli mendatang.
"Yang paling penting lagi, kan bagaimana sisa waktu yang ada ini bisa menjaga fokus mereka sembari menguatkan teknik secara fisik," beber Ricky.
"Jadi mungkin penguatan-penguatan itu di sisa waktu yang ada ini yang dilakukan."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








