Juara Asia dengan Singkirkan Jagoan China, Jonatan Memang Bersiap Hadapi Tekanan Suporter Tuan Rumah

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, mengakui bahwa faktor bertanding di kandang lawan menjadi pertimbangan dalam persiapannya bermain di Kejuaraan Bulutangkis Asia 2024.
Tak lain karena Jonatan Christie bertarung melawan Li Shi Feng yang merupakan wakil tuan rumah di final Kejuaraan Bulutangkis Asia di Ningbo Olympic Sports Center, Ningbo, China, Minggu (7/4).
Jonatan Christie sukses menundukkan Li Shi Feng dua set langsung dengan skor akhir 21-15 dan 21-15 untuk menjadi juara Kejuaraan Bulutangkis Asia tahun ini.
Baca Juga: Jonatan Christie Juara Asia di Negeri China, Harapan Indonesia Raih Emas Olimpiade Paris
Di semifinal, Jonatan juga menggugurkan unggulan pertama milik tuan rumah, Shi Yu Qi. Hanya saja, Jojo-sapaan Jonatan-butuh tiga set dengan skor 18-21, 21-19, dan 21-12 untuk menang atas Shi Yu Qi.
"Soal menghadapi penonton tuan rumah, dari awal memang sudah disiapkan. Kami tetap wajib menjalani pertandingan dan tidak bisa walk over. Hitung-hitung menambah pengalaman," kata Jonatan usai laga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
"Karena tidak mudah bisa bertanding melawan musuh di kandangnya yang terkenal angker, mirip penonton Indonesia. Ya cukup happy bisa mengalahkan Li Shi Feng dan Shi Yu Qi di kandangnya."
Baca Juga: Kejuaraan Bulu Tangkis Asia: Comeback, Jonatan Christie Rebut Tiket Final dari Shi Yuqi
Tentang kemenangan kontra Li Shi Feng, Jonatan menyebut bahwa lawan tampaknya cukup kelelahan. Terutama selepas Li Shi Feng menempuh laga tiga set menghadapi wakil Jepang, Kodai Naraoka, di semifinal.
"Kemenangan tadi berkat strategi bermain yang saya terapkan dengan irama bermain lebih cepat karena saya lihat Li Shi Feng cukup kelelahan usai pertandingan kemarin di semifinal," kata Jonatan.
"Kelihatan kakinya sakit juga. Saya manfaatkan momentum itu untuk nge-push dia supaya enggak berkembang permainannya."
Gelar di Ningbo merupakan gelar juara Asia pertama bagi Jonatan. Sekaligus kedua beruntun setelah di turnamen sebelumnya Jojo sukses menjadi juara All England.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









