Prancis Terbuka: Janice Tjen dan Alex Eala Siap Gebrak Roland Garros, Sinyal Bangkitnya Tenis Asia Tenggara

AKURAT.CO, Panggung tenis putri dunia kini tak lagi didominasi oleh deretan petenis asal Eropa dan Amerika Serikat. Menjelang bergulirnya Grand Slam Roland Garros 2026 (18 Mei–7 Juni), dua srikandi Asia Tenggara, Janice Tjen (Indonesia) dan Alexandra Eala (Filipina), hadir sebagai simbol baru kekuatan tenis regional.
Janice Tjen dan Alexandra Eala tidak hanya menembus jajaran elite dunia, tetapi juga meruntuhkan tembok pembatas sejarah bagi negara masing-masing.
Kedekatan Janice Tjen dan Alexandra Eala di luar lapangan yang kerap berpasangan di nomor ganda bahkan memunculkan julukan hangat dari para penggemar, SEASters (South East Asian Sisters).
Janice Tjen (24) menjadi buah bibir setelah melesat ke peringkat 40 besar dunia pada Februari lalu.
Torehan impresif petenis kelahiran Jakarta ini menjadikannya tunggal putri Indonesia dengan peringkat tertinggi sejak era emas legenda tenis Yayuk Basuki pada pertengahan tahun 1990-an.
Menariknya, jalur Janice menuju sirkuit profesional terbilang unik. Ia memilih mematangkan kemampuannya lewat jalur beasiswa universitas di Amerika Serikat, yakni University of Oregon dan Pepperdine University, sebelum memantapkan diri bertarung di level WTA.
Sebagai pemain yang minim pengalaman di lapangan tanah liat, Janice mengaku enggan terbebani ekspektasi muluk publik tanah air.
"Saya tidak terlalu memikirkannya (beban). Saya tahu selama saya bekerja keras dan memberikan yang terbaik, saya selalu memiliki Indonesia di belakang saya," kata Janice, dikutip AFP.
Di sisi lain, Alex Eala yang akan menginjak usia 21 tahun, juga mengukir tinta emas dengan bertengger di peringkat 38 dunia.
Perjalanan Eala dimulai sejak usia 12 tahun ketika ia merantau ke Spanyol untuk menimba ilmu di Rafael Nadal Academy, Mallorca, hingga sukses menjuarai AS Terbuka Junior 2022.
Melesatnya prestasi para petenis ASEAN ini diakui Eala membawa kebanggaan kultural yang mendalam.
"Asia Tenggara memiliki pesonanya sendiri. Kami memiliki humor dan budaya yang sangat mirip. Jelas ada rasa bangga yang besar untuk wilayah kami," tutur Eala.
Selain duet Janice dan Eala, sinyal kebangkitan tenis Asia Tenggara juga kian benderang dengan melejitnya performa dua petenis muda Thailand, Lanlana Tararudee dan Mananchaya Sawangkaew, yang kini mulai mengetuk pintu jajaran 100 besar dunia.
Di balik kesuksesan yang diraih, baik Janice maupun Eala merefleksikan bahwa hidup di sirkuit profesional tidaklah mudah.
Janice Tjen bahkan blak-blakan mengaku sempat terpikir untuk gantung raket lebih awal akibat kelelahan mental (mental fatigue) karena harus terus bepergian jauh dari rumah setiap pekan.
"Saya tidak terlalu suka traveling. Berada jauh dari rumah membuat saya sempat ingin berhenti, tetapi orang-orang baik di sekitar saya terus meyakinkan saya untuk mencoba," jelas Janice secara jujur.
Kini, dengan mental yang lebih matang dan dukungan penuh dari komunitas Asia Tenggara yang selalu memadati tribun penonton, duet SEASters siap menatap tanah liat Paris dengan satu misi, membuktikan bahwa Asia Tenggara layak sejajar dengan raksasa tenis dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 6Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 730 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 8Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







