Akurat

PON 2028: Erick Thohir Tegaskan Tak Ada Venue Baru, Buka Opsi Provinsi Pendukung

Dian Eko Prasetio | 21 Februari 2026, 15:46 WIB
PON 2028: Erick Thohir Tegaskan Tak Ada Venue Baru, Buka Opsi Provinsi Pendukung

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mulai melakukan sinkronisasi intensif bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat terkait persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan dihelat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Erick Thohir menegaskan bahwa penyelenggaraan PON edisi mendatang akan mengedepankan efisiensi ekonomi. Salah satu kebijakan ekstrem yang diambil adalah meniadakan pembangunan fasilitas atau venue olahraga baru.

"Kami sudah mulai sinkronisasi dengan Pak Marciano (Ketua Umum KONI). Satu hal yang pasti, dalam situasi saat ini, pembangunan fasilitas tambahan (venue baru) itu tidak dimungkinkan," kata Erick Thohir di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2).

Baca Juga: Sukses Gelar FORNAS VIII 2024, Menpora: InsyaAllah, PON 2028 Tetap di NTB

Kebijakan meniadakan venue baru ini, menurut Erick, sejalan dengan tren penyelenggaraan ajang olahraga dunia saat ini.

Ia mencontohkan persiapan Olimpiade Brisbane yang mulai sangat selektif dalam membangun fasilitas demi menjaga stabilitas ekonomi dan menghindari aset yang tidak maksimal pasca-event.

Selain itu, keputusan ini juga merupakan hasil koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, guna memastikan fasilitas yang ada benar-benar dioptimalkan.

"Banyak fasilitas olahraga yang selama ini tidak maksimal pengelolaannya. Ke depan, kita harus menjaga pembangunan fasilitas yang di kemudian hari justru jadi beban ekonomi," tambahnya.

Mengingat keterbatasan fasilitas tanpa adanya pembangunan baru, Erick membuka peluang adanya provinsi pendukung untuk mendukung NTT dan NTB.

Baca Juga: Sepuluh Tahun Olahraga Indonesia di Tangan Jokowi: Dihormati Dunia Dilecehkan PON

Meski status tuan rumah tetap dipegang oleh kedua provinsi tersebut, cabang olahraga tertentu bisa saja digelar di provinsi lain yang sudah memiliki fasilitas mumpuni.

Erick kini tengah menunggu hasil Rakornas KONI untuk menentukan mekanisme dukungan tersebut secara legal.

"Saya sangat terbuka jika NTT-NTB dibantu provinsi tertentu sebagai supporting system atau penyangga. Tetapi saya tunggu keputusan KONI-nya dulu, baru saya keluarkan surat resmi. Saya tidak mau menunjuk-nunjuk tanpa payung hukum yang kuat agar tidak menjadi isu administrasi atau audit di kemudian hari," tegas Erick.

Meski tanpa gedung baru, Erick menekankan bahwa semangat utama PON 2028 adalah keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan kualitas olahraga di wilayah Indonesia Timur.

NTT dan NTB dianggap memiliki segudang talenta tersembunyi yang perlu mendapatkan panggung nasional.

"Pembangunan olahraga itu bukan soal gedung, tapi soal manusianya. NTT, NTB, hingga Papua dan Maluku punya banyak bakat luar biasa. Di sinilah keberpihakan kita menjadi nyata untuk membangun olahraga dari Indonesia Timur," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.