SEA Games: Dibayangi Cedera Lutut Kiri, Lalu Zohri Harus Puas Raih Perak di Nomor 100 Meter
Ardiansyah Pratama | 11 Desember 2025, 20:50 WIB

Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand didukung oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
AKURAT.CO, Sprinter Indonesia, Lalu Muhammad Zohri, gagal meraih kemenangan setelah hanya mampu meraih medali perak pada final nomor 100 meter putra SEA Games Thailand 2025 di tengah kondisi persiapan yang jauh dari ideal.
Meski masih dibayangi cedera ACL pada lutut kirinya, Lalu Zohri tampil maksimal dan finis kedua dengan catatan 10,25 detik di Stadion Suphachalasai, Bangkok, Kamis (11/12).
Emas menjadi milik sprinter tuan rumah, Puripol Boonson, yang kembali membuat sejarah dengan memecahkan rekor SEA Games di babak penyisihan dengan 9,94 detik. Boonson juga menjadi pelari Asia Tenggara pertama menembus sub-10 detik.
Puripol Boonson menuntaskan laga final dengan catatan waktu 10,00 detik. Sementara perunggu diraih Roslee Danish Iftikhar dari Malaysia dengan catatan waktu 10,26 detik.
Bagi Lalu Zohri, hasil ini menjadi buah dari perjuangan panjang. Ia mengaku hampir tak muncul di publik beberapa bulan terakhir karena menjalani training camp di Jepang sekaligus memulihkan cedera lutut.
"Terima kasih buat masyarakat Indonesia yang sudah mendukung. Beberapa bulan ini saya jarang kelihatan karena training camp di Jepang dan sebelumnya ada kendala ACL di lutut kiri," ujar Zohri usai lomba.
Zohri menjelaskan, cedera itu membuatnya tak diperbolehkan turun di nomor 200 meter karena harus melewati tikungan, sehingga fokus total diarahkan ke sprint 100 meter yang lintasannya lurus.
"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Untuk kondisi, kalau cuma lurus tidak masalah. Tapi kalau ada tikungannya, itu yang jadi kendala," katanya.
Masalah tikungan itu ternyata berdampak pada pola latihannya. Jarak lari yang seharusnya mencapai 120–150 meter tidak bisa dijalankan karena ia tak boleh melewati sudut lintasan.
"Harusnya saya latihan sampai 150 meter. Tapi karena kendala ini saya enggak bisa tikungan sama sekali, jadi susah buat latihan. Makanya saya mimpin dari awal sampai 30 meter, tapi 20 meter terakhir saya habis. Kurang latihan saja," kata juara dunia U-20 2018 itu.
Meski demikian, base latihan terakhirnya di Jepang cukup menjanjikan, yaitu berada di kisaran 10,2 detik, dan terbukti mampu membawa Zohri kembali bersaing memperebutkan medali.
Terkait peluang tampil di nomor estafet, Zohri menyebut masih menunggu keputusan tim pelatih.
"Masih dipertimbangkan, karena estafet kan ada tikungannya sedikit," ujarnya.
Perak kali ini menjadi sinyal bahwa Zohri tetap kompetitif meski kondisi belum ideal. Dengan pemulihan yang lebih matang, peluangnya kembali menjadi raja sprint Asia Tenggara terbuka lebar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








