Anggaran untuk Sepakbola Bisa Bertambah di 2025, Pemerintah Masih Kaji Ulang

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, menyampaikan bahwa akan ada anggaran khusus untuk sepakbola Indonesia yang masih dikaji ulang.
"Ya, sepakbola kan ada Inpres-nya (Instruksi Presiden) percepatan. Tapi, untuk 2025 ini masih dikaji ulang, dan lagi rapat trilateral antara Kemenpora, PSSI, dan juga Kementerian Keuangan," kata Dito di kantornya, Senayan, Jakarta, Rabu (4/12).
"Ya (dana) khusus. Karena ada Inpres-nya. Jadi ini kita lihat dari fungsi dan juga kebutuhannya. Tapi, prinsipnya untuk DBON sama cabor yang menuju olimpiade juga semua kebutuhannya insyaallah terpenuhi."
Baca Juga: Piala AFF: Menpora Puji PSSI Berani Gunakan Pemain Muda di Timnas Indonesia
Sebelumnya Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa ia sempat dipanggil Presiden Prabowo Subianto terkait kebutuhan anggaran sepakbola Tanah Air.
Pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menjelaskan bahwa Presiden berkomitmen meningkatkan anggaran APBN dari sebelumnya sebesar Rp120 miliar menjadi Rp200 miliar untuk sepakbola.
Hal ini dinilai sangat penting untuk kemajuan sepakbola Indonesia yang saat ini sudah mulai terlihat di semua level, mulai dari U-16 sampai Timnas Senior.
Selain cabor sepakbola, cabang olahraga prioritas yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) mencakup 14+3 yang dibagi menjadi prestasi dan industri.
Sepakbola, basket, dan voli masuk ke tiga cabor industri. Sementara 14 cabor prestasi di antaranya bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, menembak, panahan, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, renang, atletik, senam, dayung, dan pencak silat.
Baca Juga: Menpora Sebut Marselino Ferdinan Bukti Keberhasilan Pembinaan Pemain Lokal Indonesia
Namun ini belum final karena masih akan ada evaluasi dari cabor-cabor terkait yang akan disinkronkan dengan Olimpiade Los Angeles 2028.
"Ada 14 cabor plus tiga cabor industri. Nah yang dari 14 ini akan kami evaluasi dan cabor-cabor yang kita akan sinkronisasikan dengan Olimpiade 2028. Jadi (jumlahnya) bisa tambah bisa kurang. Itu nanti kita akan evaluasi. Ini dalam proses," kata Dito.
Menurut Dito, ini sudah sesua dengan asa cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan prestasi atlet-atlet Indonesia pada gelaran Asian Games dan Olimpiade.
"SEA Games (Asia Tenggara) mungkin nanti kita akan melakukan rapat bersama para cabor. Bisa jadi SEA Games ini yang partisipasi adalah atlet junior. Tapi ini akan kita lihat dulu ke depannya," kata Dito.
Menpora tidak menampik bahwa masing-masing cabor punya karakter dan sumber daya yang berbeda-beda. Oleh karenanya, dia ingin semua cabor fokus bagaimana gelaran SEA Games bisa menjadi batu loncatan yang berpengaruh untuk Asian Games dan Olimpiade.
"Jadi fokus kita di dua itu (Asian Games dan olimpiade). Mau itu SEA Games pemanasan (buat) juniornya, kita sangat senang. Tapi, kalau junior belum siap, pakai senior ya kita tidak apa-apa. Ini akan kita lakukan satu persatu," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang







