Tinju Dunia Pekan Ini: Mike Tyson vs Jake Paul, Tarung Sungguhan atau Koreografi tanpa Arti?

AKURAT.CO, Pertarungan Mike Tyson vs Jake Paul tinggal menghitung hari. Laga tinju dunia eksebisi delapan ronde (dua menit per ronde) ini akan digelar di Stadion AT& T, Texas, Amerika Serikat, Jumat (15/11).
Sejak pertama kali digulirkan pada Maret 2024, pertarungan Mike Tyson vs Jake Paul sudah memicu kontroversi. Salah satunya berpusat pada isu kelayakan Mike Tyson naik ring dengan usia 58 tahun.
Salah satu promotor terkemuka asal Inggris, Eddie Hearn, menyebut bahwa laga Mike Tyson vs Jake Paul pekan ini “berbahaya, tak bertanggungjawab, dan tak menghormati tinju.”
Baca Juga: Jelang Kontra Jake Paul, Mike Tyson: Dia Petarung Kecil yang Baru Menjalani 10 Laga Amatir
“Saya berharap ini (pertarungan) yang layak, dan tidak berisi koreografi tak ada artinya,” kata Eddie Hearn sebagaimana dipetik dari The Guardian.
“Dan saya harap sungguhan. Tetapi jika Tyson di usia 20 tahunannya memukul Jake Paul dia akan membuat (Paul) berada di rumah sakit selama seminggu. Tetapi kini dia adalah orang tua.”
Dari sisi bisnis sudut pandangnya berbeda. Presiden agensi pemasaran olahraga global, IMG, Adam Kelly, mengatakan bahwa pertarungan Tyson vs Paul punya potensi untuk memecahkan beberapa rekor rating.
Adam Kelly berkaca pada pertarungan antara juara dunia yang sudah pensiun, Floyd Mayweather, dan bintang UFC, Conor McGregor, pada 2017. Laga tersebut tercatat sebagai pay-per-view terlaris setelah laga Floyd Mayweater-Manny Pacquiao.
Baca Juga: Eddie Hearn Sebut Laga Mike Tyson vs Jake Paul Berbahaya dan tak Menghormati Tinju
Dalam kasus Tyson vs Paul, Kelly beranggapan bahwa pertarungan tersebut bisa mendatangkan dua kelompok audiens. Tyson akan membawa komunitas tinju sementara Paul datang dengan pengikutnya di Youtube.
“Dan ini memicu sebuah tren di mana orang yang dianggap tidak cocok, influencer–orang-orang seperti Logan Paul, Jake Paul, KSI dan yang lainnya–mulai menyadari bahwa banyak orang akan membeli pengalaman acara yang berbeda,” kata Kelly.
Disiarkan melalui Netflix, baik Tyson dan Paul dikabarkan masing-masing mendapatkan US$ 20 juta (sekitar Rp313,80 miliar) untuk laga ini. Netflix sendiri memiliki pelanggan nyaris 300 juta di seluruh dunia.
Sejak terakhir kali naik ring untuk laga profesional menghadapi Kevin McBride pada 11 Juni 2005, Tyson sudah dua kali bertarung di laga eksebisi. Yakni menghadapi Corey Sanders pada 2006 dan Roy Jones Jr pada 2020.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa





