Ketua KOI Berharap Olimpiade Paris Jadi Momentum Peak Performance Tim Panjat Tebing Indonesia

AKURAT.CO, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, mengapresiasi performa positif yang ditunjukkan oleh tim panjat tebing Indonesia.
Veddrid Leonardo dan Rajiah Salssabillah yang turun di nomor speed putra dan putri mampu tampil apik di ajang IFSC Climbing Olympic Qualifier Shanghai, Shanghai Urban Park, Shanghai, China, Sabtu (19/5)
Veddrid meraih gelar juara di sektor speed putra dengan catatan Waktu 4,86 detik. Sedangkan Rajiah mengamankan posisi runner-up di sektor speed putri dengan Waktu 6,54 detik.
Baca Juga: Panjat Tebing Berpeluang Tambah Atlet ke Olimpiade Paris Lewat Shanghai dan Budapes
Hasil itu membuat Veddriq meraih 50 poin dan Rajiah meraih 45 poin sekaligus membuka peluang untuk mengamankan tiket Olimpiade dengan satu ajang kualifikasi tersisa di Budapes, Hungaria.
Okto-sapaan Raja Sapta-yang juga menjabat sebagai Ketua Task Force Olimpiade 2024 Paris berharap hasil pada dua kualifikasi ni mampu menjadi momentum bagi tim panjat tebing Indonesia.
"Hasil positif ini menunjukkan keberhasilan sinergisitas berbagai pihak yang terlibat," jelas Okto dalam keterangan resminya, Sabtu (19/5).
"Kami berharap Paris 2024 nanti jadi momentum peak performance bagi tim panjat tebing Indonesia, dengan mencetak sejarah baru membawa medali emas pertama untuk Indonesia."
Poin yang berhasil didapatkan Veddriq dan Rajiah ini akan diakumulasikan dengan hasil di IFSC Climbing Olymnpic Qualifier Budappest yang berlangsung di Hungaria pada 20-23 Juni mendatang.
Anggota Tim Task Force Olimpiade Paris 2024, Herry Hermawan, mengatakan secara makro semua atlet yang lolos babak 16 besar punya peluang yang sama untuk lolos ke Paris.
"Meskipun yang di akhir nanti peluang untuk lolos hanya bisa diwakili satu putra dan satu putri," kata Herry.
Baca Juga: Olimpiade Paris: 2 Atlet Sudah Lolos, Indonesia Berpeluang Tambah 4 Lagi di Cabang Panjat Tebing
Di Shanghai, Federasi Panjat Tabing Indonesia (FPTI) mengirimkan total sembilan atlet dengan rincian empat atlet putra di nomor speed, tiga atlet putri di nomor speed dan dua atlet di nomor combine.
Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu juga mengatakan semua atlet yang tampil di Shanghai ini akan lanjut berjuang ke Budapes.
Tim pelatih juga telah menyiapkan strategi khusus untuk menjaga peluang tambahan tiket ke Paris 2024 dengan memberangkatkan semua atlet.
Hal tersebut dilakukan dengan harapan bisa menjegal langkah atlet-atlet besar di kualifikasi kedua nanti.
"Kami berharap bisa menghadang langkah pemain-pemain besar di kualifikasi, babak 16 besar sampai ke semifinal. Siapa yang paling siap, nanti akan kelihatan di akhir," ujarnya.
Masih tersisa kuota tiket Olimpiade 2024 Paris untuk lima putra dan lima putri dari cabang olahraga panjat tebing.
Untuk lolos ke Paris 2024 hanya butuh posisi lima besar dalam total poin yang diraih di series Shanghai dan Budapes.
"Indonesia masih punya peluang meloloskan dua atlet karena di aturannya, jatah per negara maksimal 2 atlet putra dan 2 putri," kata Herry.
"Jadi kita masih bisa meloloskan satu putra dan satu putri lagi dari 2 seri kualifikasi terakhir ini."[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









