Dheva Anrimusthi menyumbangkan satu medali emas dengan menjadi yang terbaik di nomor tunggal putra SU5 melawan wakil Malaysia, Liek Hou Cheah, di Binjiang Gymnasium, Hangzhou, Jumat (27/10/2023).
Tidak mudah bagi Dheva untuk bisa mengamankan kepingan emas. DIa bahkan harus tertinggal 18-21 pada set pertama sebelum akhirnya mampu merebut dua set terakhir 21-19 dan 21-17 untuk mengamankan gelar juara.
Saat kehilangan set pembuka, Dheva langsung mengubah strategi permainan ketika memasuki set kedua. Perubahan itu membuat wakil Malaysia kesulitan untuk bisa mengembangkan permainan.
Strategi serupa juga diperagakan Dheva pada set penentu. Walau sempat merasakan kram di kakinya, hal tersebut tidak menghalanginya untuk merebut set ketiga dikedudukan 21-17 sekaligus memastikan medali emas.
"Alhamdulilah dikasih kemenangan, bersyukur banget meski tadi kaki saya sedikit kram. Saya main nothing to lose aja, pokoknya kasih yang terbaik. Makasih juga untuk pendukung yang di sini," kata Dheva melalui keterangan resmi yang diterima Akurat.co.
Tak menampik, Dheva mengakui bahwa lawannya dalam final ini merupakan salah satu yang terberat. Tetapi, berkat teriakan dukungan yang diberikan suporter Indonesia, dia mampu mencuri satu medali emas.
Setelah mengamankan emas di nomor tunggal putra SU5, Dheva masih berpeluang menambah satu keping emas lagi ketika turun di nomor ganda putra SU5 bersama Hafizh Briliansyah. Keduanya akan bertemu wakil India, Chirag Baretha/Raj Kumar, untuk memperebutkan satu medali emas.
Dengan satu tambahan emas dari cabor para bulutangkis, sejauh ini Merah Putih mampu mengumpulkan total 70 medali dengan rincian 21 emas, 20 perak, dan 29 perunggu untuk menempati posisi tujuh daftar perolehan medali sementara.
Posisi pertama masih tidak berubah, ditempati tuan rumah, China dengan koleksi total 423 medali dengan rincian 169 emas, 138 perak dan 116 perunggu. Mereka dibayangi Iran di posisi kedua dan Jepang untuk melengkapi posisi tiga besar.[]