Tafsir Surah Al-Ma'idah Ayat 21: Yerussalem Bukan Milik Zionis Israel, Tetapi Milik Orang-orang Mukmin

AKURAT.CO - Yerussalem bukan milik Zionis Israel. Kota di Palestina itu milik warga muslim yang tinggal di Baitul Muqaddas.
Hanya sebuah klaim yang tidak berdasar bila mengatakan sebaliknya. Sebab, sudah faktanya, bahwa Yerussalem bukan milik Zionis Israel.
Bukti bahwa Yerussalem bukan milik Zionis Israel salah satunya diisyaratkan dalam ayat Al-Quan. Allah dalam ayat tersebut menegaskan bahwa Yerussalem bukan milik zionis Israel yang tidak tahu diri.
Baca Juga: Hukum Minum Pil Penunda Haid Saat Kondisi Darurat Seperti Pembantaian Di Palestina Oleh Israel
Allah berfirman dalam surat Al-Ma'idah Ayat 21:
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ...
Artinya: "Wahai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitulmaqdis)..." (QS Al-Maidah [5]:21).
Ayat di atas memuat kisah ketika Nabi Musa as memerintahkan kaumnya untuk memasuki tanah suci Palestina. Penyebutan wilayah tersebut terkadang dipadankan dengan Baitulmaqdis atau rumah suci, bisa juga al-ardh al-muqaddasah atau Tanah Suci. Kala itu Nabi Musa menasihati kaumnya, beliau berkata:
يا قوم الأرض المقدسة (الطاهرة): أرض بيت المقدس، أو فلسطين، للسكنى لا للملك لأن بيت المقدس مقر الأنبياء ومسكن المؤمنين الَّتِي كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ أي قسمها لكم وسماها
Artinya, “Wahai penduduk Tanah Suci (Suci): Tanah Yerusalem, atau Palestina, wilayah ini (dimaksudkan) untuk menjadi tempat tinggal, bukan untuk dimiliki, karena Yerusalem adalah tempat tinggal para nabi dan orang-orang mukmin yang telah Allah takdirkan untuk kalian, tanah ini diberikan untuk kalian dan diberi nama.” (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, jilid VI, hal. 146).
Syekh Wahbah dalam penafsirannya terhadap ayat ini menjelaskan pula bahwa memang dahulu Allah menjanjikan Ibrahim negeri yang diberkati ini. Akan tetapi, pada masa setelahnya orang-orang Yahudi tersebut dilarang memasukinya.
Beliau berkata:
فقد وعد اللّه إبراهيم بحق السكنى في تلك البلاد المقدسة، لا أنها ملك لهم لأن هذا مخالف للواقع، فاستنباط اليهود من ذلك الوعد أنه لا بد أن يعود لهم ذلك الملك ليس بصحيح لأن اللّه قال بعدئذ: فَإِنَّها مُحَرَّمَةٌ عَلَيْهِمْ قال ابن عباس : كانت هبة ، ثم حرمها عليهم بشؤمهم وعصيانهم.
Artinya, “Allah menjanjikan kepada Ibrahim hak untuk tinggal di tanah suci itu, bukan karena wilayah ini milik mereka, karena itu bertentangan dengan realita. Kemudian orang-orang Yahudi menyimpulkan dari janji tersebut bahwa kepemilikan wilayah tersebut harus kembali kepada mereka, namun hal ini tidak benar, karena setelah itu Allah berfirman [Al-Maidah [5] :26]: ‘negeri itu diharamkan atas mereka’. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ‘Pada awalnya negeri itu (diberikan sebagai) hibah, namun kemudian Allah melarang mereka karena perilaku jahat dan ketidaktaatan mereka.” (Syekh Wahbah al-Zuhaili, al-Tafsir al-Munir, jilid VI, hal. 146).
Wallahu A'lam.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat









