News

Zulhas Ungkap Ada Pihak Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Agama

Zulkifli Hasan mengungkap adanya ideologi-ideologi baru yang muncul dan berusaha mendongkel ideologi Pancasila.


Zulhas Ungkap Ada Pihak Ingin Ubah Indonesia Jadi Negara Agama
(dari kiri) Sandiaga Uno, Hatta Rajasa, Wakil Ketua Dewan Pembina PAN Dradjad Wibowo, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Soraya (Istri Zulkifli Hasan), Ketua Majelis Penasihat PAN Sutrisno Bachir, Gubernur Sultra Ali Mazi, Waketum PAN Asman Abnur meniup alat musik bambu menandai pembukaan Kongres V PAN di MTQ Square, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (10/2/2020). Kongres V PAN berlangsung sejak 10-12 Februari 2020 itu dengan agenda pemilihan Ketua Umum PAN periode 2020-2025.

AKURAT.CO, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkap adanya ideologi-ideologi baru yang muncul dan berusaha mendongkel ideologi Pancasila. Salah satunya ideologi khilafah yang mengusung Islam sebagai dasar konstitusi negara. Ideologi transnasional itu, kata dia, sangat tidak sesuai dengan kondisi Indonesia.

"Ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara agama, ada yang menawarkan internasionalisme khilafah, itu semua saya kira tidak cocok dengan Indonesia dan membahayakan persatuan kita," kicau Zulhas -sapaan akrab Zulkifli- menggunakan akun Twitter @Zul_Hasan, Jumat (5/3/2021).

Ia menyertakan foto dirinya sedang membaca buku karya pemikir Nurcholish Madjid berjudul ISLAM Kemoderenan dan Keindonesiaan. Dia mengatakan, mereka, para pengusung ide khilafah dan ideologi transnasional disebut sebagai pendatang baru yang buta sejarah.

baca juga:

"Mereka-mereka yang datang belakangan ini buta sejarah, mengabaikan proses panjang para pendiri bangsa ini yang bersal dari kalangan pemikir maupun ulama juga. Satu-satunya yang perlu kita perbaiki saat ini bukanlah konsep negara, tetapi bagaimana pelaksanaanya," tulisnya.

Selama memimpin PAN, Zulhas selalu menegaskan bahwa partainya merupakan kelanjutan dari pemikiran para pendiri republik. Pada penamaan Partai Amanat Nasional, ada kata nasional atau nation.

"Tidak bisa ditawar-tawar lagi. PAN tidak tertarik dengan gagasan negara agama, jelas menolak ideologi transnasional yang menawarkan khilafah Internasional," katanya.

Dia mendorong para kader PAN untuk membaca pemikiran-pemikiran para pendiri bangsa. Menyelenggarakan diskusi-diskusi mengenai posisi agama dan negara. Sehingga para kader dan masyarakat tercerahkan dan tidak gampang tergoda pada ideologi-ideologi transnasional baru.

"Semoga bangsa ini selalu terlindungi, berada dalam lindungan dan berkah Allah SWT, menjadi 'baldatun thoyyibatun wa rabbun ghafur," tukasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu